Jajaran Bea dan Cukai Dicecar Temukan Tersangka Skandal SMIP

Kerugian Negara Ditaksir 1, 2 Triliun
PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Temukan tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi PT. Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) di Dumai, Jajaran Bea dan Cukai (BC) setempat kembali dicecar.

Namun, hingga pemeriksaan selesai di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung status mereka masih sebagai saksi dan tidak dicegah bepergian ke luar negeri.

Mereka yang diperiksa, terdiri IR selaku Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai tahun 2017, AP (Kepala KPU VC Tanjung Priok dan Mantan Kepala KPU BC Tipe B Batam) dan ANA (Pejabat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP B Dumai tahun 2017).

Kapuspenkum Ketut Sumedana mengatakan pemeriksaan dilakukan guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

Bagi ANA ini tercatat pemeriksaan kedua setelah pemeriksaan pertama pada
Kamis (14/3). Belum diketahui alasan dan keterkaitan ANA dalam perkara ini.

“Pemeriksaan ini rangkaian guna membuat terang tindak pidana (temukan tersangka, Red), ” katanya, Senin (18/3).

Namun, dalam keterangannya tidak disebutkan kendala sehingga penetapan tersangka begitu lamban.

Padahal, patut diduga perkara sudah mencuat saat penyidikan sejenis oleh KPK dan sudah diawali penyidikan Skandal Impor Gula di Kemendag Periode 2015 – 2023.

Selain itu, harapan Jaksa Agung ST. Burhanuddin pada Raker Pidsus akhir tahun lalu yang minta agar penanganan perkara korupsi dilakukan dengan langsung menerbitkan Sprindik Khusus (diikuti penetapan tersangka) bukan Sprindik Umum.

Crazy Rich Budi Said adalah salah satu implementasi dari harapan Jaksa Agung. Sprindik diterbitkan dua pekan lalu dijadikan tersangka.

JAJARAN BEA DAN CUKAI

Sebelum ini, sejumlah Jajaran BC telah diperiksa untuk kesekian kali dalam menemukan Skandal SMIP.

Antara lain, dua Pejabat BC Dumai diperiksa pada Kamis (14/3) atas nama
ANA (Pejabat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP B Dumai tahun 2017) dan
AL (Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Dumai tahun 2017- 2018).

Sehari sebelumnya Pejabat BC yang diperiksa, terdiri FF (Kasi Kepatuhan Internal Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC (KPPBC) Dumai.

Berikutnya, HPT (Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC TMPB Pekanbaru) dan YY (Staf Kanwim BC Riau).

Terakhir, SSC Selaku Petugas Hangar KPPC TMPB Pekanbaru PT. SMIP. Tercatat, SSC adalah pejabat kedua terkait dengan SMIP diperiksa, yakni ABP (Koordinator Hangar Kawasan Berikat SMIP) pada Senin (4/3) dan Rabu (6/3). Terakhir diperiksa Skandal Gula di Kemendag Periode 2015 – 2023.

TRILIUNAN

Dari aneka informasi yang dihimpun, kasus ini pertama kali muncul ke permuiaan saat Eks. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto menyebut secara tersirat SMIP diduga terkait penyelundupan gula pada Jumat (8/12/2023) di KPK.

SMIP memiliki pabrik gula terintegrasi dengan kebun tebu di perbatasan antara Pulau Rupat dan Dumai, Riau, berkapasitas 6.000 ton cane per day (TCD).

Kasus penyelundupan gula yang diduga melibatkan PT. SMIP dan merugikan negara hingga Rp 1, 2 triliun terjadi di Dumai Riau.

SMIP adalah perusahaan penerima fasilitas impor gula oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan juga perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat dari Ditjen BC. (ahi)

Teks Photo: Pabrik Gula PT. SMIP