Nyaris Setahun Disidik, Skandal Emas Berjalan di Tempat

Kembali, Pengurus Antam Diperiksa
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Nyaris setahun Skandal Emas disidik, namun sampai kini berkutat pemeriksaan saksi tanpa seorang pun dijadikan tersangka dan dicegah bepergian ke luar negeri.

Dikhawatirkan nasib perkara pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas 2010- 2022 bakal susul perkara Penggadaan Tower Transmisi PLN 2016 yang berjalan dua tahun disidik sejak 4 Mei 2022.

Padahal, sejak diterbitkan Sprindik Skandal Emas bernomor: Print-14/Fd.2 /05/2023 bertanggal 10 Mei 2023 sudah puluhan Direksi dan Pengurus PT. Aneka Tambang (Antam) diperiksa, Importir Emas dan Penambang Emas.

“Patut dipertanyakan kendala yang dihadapi sehingga Skandal Emas berjalan di tempat, ” kritik Pegiat Anti Korupsi Iqbal Daud Hutapea, Senin (25/3).

Kritisi pria berkacamata ini berargumen puluhan saksi sudah diperiksa dan bahkan terakhir berhasil disita15 keping emas logam mulia seberat 128 gram dari sejumlah tempat, Rabu (6/12).

Dia mencontohkan perkara Skandal Emas Surabaya yang disidik dua Minggu sejak diterbitkan Sprindik Januari 2024 bahkan sudah menetapkan 2 tersangka Budi Said dan Abdul Hadi Avicena.

“Kita tidak ingin perkara ini bernasib seperti perkara PLN yang disidik sejak 4 Mei 2022 tidak ada khabar lagi, ” ujarnya.

Iqbal yang juga Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) desak Kejaksaan Agung bersikap tegas.

“Artinya, bila cukup bukti segera tetapkan tersangka dan sebaliknya hentikan agarvada kepastian hukum, ” harapnya seraya mengakhiri perbincangan.

ANTAM

Temukan tersangka, Kejagung kembali acak-acak Antam dimana dua Pengurus Antam kembali diperiksa, Senin (25/3).

Kali ini, atas nama LDT selaku Peserta Lebur Cap di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP LM) dan LW (Peserta Lebur Cap di UBPP LM).

Pemeriksaan ini menambah deretan Pengurus BUMN bidang Pertambangan Emas, Importir dan Eksportir Emas ini yang diperiksa.
Kapuspenkum Ketut Sumedana hanya mengatakan pemeriksaan ini untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemeriksaan.

“Langkah ini rangkaian membuat terang tindak pidana (temukan tersangka, Red), ” ungkapnya.

Jajaran Antam yang telah diperiksa, antara lain Direktur Keuangan dan Manejemen Risiko Elisabeth RT. Siahaan.

Sang direktur bahkan sampai 4 kali diperiksa, mulai Selasa (20/6), Selasa (4/7), Kamis (24/8) dan Selasa (19/9/2023).

Lainnya, Hari Widjajanto (Direktur Operasi 2017) dan Aprilandi Hidayat Setia (Corporate Secretary Antam 2017) pada Selasa (8/8). (ahi)