Febrie Ditahan: Ini Sudah Putusan Pimpinan. Saya Siap Hadapi. Saya Rasa Ini Bentuk Kriminalisasi

Sudah Terkondisikan Sejak Pagi

PORTALKRIMINAL..ID -JAKARTA: Mantan Jampidsus ditahan, Febrie Adriansyah protes keras karena penahanan tersebut tidak sesuai SOP Penanganan Perkara yang berlaku di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

“Tetapi (karena) ini sudah menjadi keputusan pimpinan saya siap menghadapinya. Dan saya merasa memang ini (upaya) kriminalisasi (terhadap dirinya), ” kata Febrie sesaat akan memasuki kendaraan tahanan, pukul 23. 00 WIB, Jumat (24/7)
Protes keras Febrie disampaikan dalam proses pemeriksaan.

“Saya sudah diskusi dengan jaksa pemeriksa bahwa alat bukti yang diajukan masih perlu didalami atau dikonfirmasi. ”

Dan oleh karena itu, menurutnya belum cukup untuk dilakukan penahanan. “Di gedung bundar tidak pernah seperti ini.
Semua alat bukti harus dikonfirmasi dan diperdalam dulu. ”

Bahkan, sambung pria berdarah Lahat yang dilahirkan 58 tahun lalu itu untuk sampai pada penahanan berkali-kali dilakukan Ekspose (Gelar Perkara).

“Setelah yakin (penahanan, Red) ini tidak dzolim baru kita tetapkan tersangka dan barulah kita lakukan penahanan.”

SUDAH DIKONDISIKAN

Penahanan terhadap Febrie yang menjabat Jampidsus sejak 10 Januari 2022 sudah terlihat dari pemindahan lokasi pemeriksaan, yang pekan lalu digelar di Gedung Jampidsus, tapi kali ini dilakukan di Gedung Utama, Kejaksaan Agung.

Pemandangan ini tidak biasa ini makin mengerucut paska pelantikan 5 Pejabat Eselon I oleh Jaksa Agung ST. Burhanuddin.

Semua petinggi Kejagung juga seolah serempak melakukan gerakan tutup mulut.

Sampai akhirnya, rencana penahanan makin mencuat ketika dua mobil tahanan diparkir di bawah dan di lobi Gedung Utama.

TIDAK BER-AC

Pengondisian dan rekayasa memuncak ketika Febrie yang telah berkontribusi kepada negara melalui setoran PNBP sampai 60 triliun lebih dan 5 juta hutan yang dikuasai secara ilegal oleh para Taipan dan terafiliasi Oligarki berhasil dikembalikan , justru diangkut dengan kendaraan tahanan tidak ber-AC yang berada di bagian bawah Gedung Utama.

Sebaliknya, kendaraan tahanan yang ber-AC yang diparkir justru ditempati tersangka lain Don Ritto.

“Langkah jelas makin jelas ada bagian pembunuhan karakter (Character Assassination, ” teriak Ronald Steven di tengah puluhan wartawan yang mulai berkumpul sejak usai Sholat Magrib.

Dugaan pria subur ini sekaligus memperjelas kriminalisasi Febrie bukan isapan jempol.
“Presiden harus turun tangan..(ahi)