JAKARTANEWS.ID – JAKARTA:
Dalam rangka transformasi TPST Bantargebang menuju Zero Open Dumping (ZOD), Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan skema ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu sumber dana. Diharapkan melalui creative financing percepatan target TPST agar tidak ada lagi praktik pembuangan sampah secara terbuka ke Bantargebang Bekasi.
Skema ini melengkapi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sumber lainnya untuk mempercepat penerapan controlled landfill menuju zero open dumping. “Salah satu skema yang paling efektif adalah creative financing,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin di Jakarta, Senin (27/7).
Dudi menambahkan, transformasi TPST Bantargebang membutuhkan dukungan infrastruktur, teknologi, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. “Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas dukungan pembiayaan dalam membenahi pengelolaan sampah kota,” tambahnya. Melalui optimalisasi APBD dan kolaborasi dengan dunia usaha, transformasi TPST Bantargebang dapat berjalan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Memang sebenarnya, untuk tansformasi TPST Bantargebang tetap didukung APBD namun tetap butuh sumber pembiayaan lainnya karena program tersebut biayanya sangat besar. “Creative financing menjadi salah satu skema pendukung untuk pengadaan fasilitas pengolahan sampai mulai dari rumah tangga hingga pembuangan ke TPST,” ujar Dudi..
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan dunia usaha pada tahap awal diwujudkan melalui penyediaan material penutup dan geomembran untuk mendukung penerapan controlled landfill. Material tersebut diperlukan agar pengelolaan zona penimbunan sampah menjadi lebih terkendali. “Penggunaan material penutup dapat membantu mengurangi bau, membatasi masuknya air hujan ke dalam timbunan sampah, serta menekan pembentukan air lindi yang berpotensi mencemari lingkungan,” katanya.
Dudi mengatakan, dalam kolaborasi ini, PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT Pertamina Retail berkontribusi menyediakan material penutup dan geomembran untuk mendukung transformasi TPST Bantargebang. “Dukungan tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat pengelolaan sampah Jakarta. Kami mengapresiasi perusahaan yang telah berkontribusi. Kami juga mengundang korporasi lain untuk terlibat dalam transformasi TPST Bantargebang melalui program CSR,” harapnya. (Joko)












