Ikuti Pertemuan ARIN- AP, Pemerhati Hukum Rudi Manurung: Warning, Aset Koruptor Di Luar Negeri Terus Diburu

PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung mengikuti Pertemuan Tahunan ke- 10 ARIN -AP (Asset Recovery Interagency Network Asia-Pacific).

Partisipasi BPA ini warning bagi para koruptor atau terpidana tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang larikan dan atau sembunyikan aset hasil kejahatan di manca negara bisa diuber.
Kegiatan ARIN-AP yang digelar di Ulanbaatar, Mongolia dibuka Perdana Menteri Mongolia Mr. Zandashatar Gombojav.

Acara berlangsung pada 23 – 25 September lalu.
Delegasi BPA, terdiri Arin Karniasari (Plt. Kepala Bagian Kerja Sama dan Dukungan Teknis Pemulihan Aset), MF. Swantoro (Kasubag Dukungan Teknis pada Bagian Kerja Sama dan Dukungan Teknis Pemulihan Aset) dan Marshel Julia Simbiak (Kasubag Kerja Sama Pemulihan Aset pada Bagian Kerja Sama dan Dukungan Teknis Pemulihan Aset).

Pertemuan tahunan (AGM) ke-10 ARIN-AP dihadiri oleh berbagai anggota dan pengamat/observer, termasuk dari Australia, India, Jepang, Republik Korea Selatan, Laos, Malaysia, Mongolia, New Zealand, Papua New Guinea, Philipina, Saudi Arabia, Taiwan, Thailand, Ukraina, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime), dan ARIN-MENA (Asset Recovery Interagency Network the Middle East and North Africa region).

SPORT JANTUNG

Bagi Pemerhati Hukum Rudi Manurung, SH, MH CLA, partisipasi Indonesia di forum ARIN-AP adalah peringatan (Warning) bagi para koruptor dan terpidana TPPU bahwa aset hasil kejahatan yang disembunyikan di luar negeri bisa dikejar dan bisa membuat tidak tidak nyenyak (sport jantung).

“Kehadiran BPA di Mongolia sejalan dengan kebijakan Pemerintahan Praboaj Subianto yang tidak akan memaafkan para pelaku kejahatan sepanjang belum mengembalikan hasil kejahatan dan menjalani proses pidana, ” komentari Rudi.

Dari catatan masih banyak pelaku kejahatan, mulai BLBI dan terakhir tersangka minyak M. Riza Chalid dan tersangka Laptop Chromebook yang bersembunyi di luar negeri, tentu dengan aset hasil kejahatan.

Sebut saja, Eko Edi, putra Terpidana BLBI Bank Harapan Santoso Hendra Rahardja sebagai salah satu contoh.

BAGIAN GLOBAL

Dalam pertemuan ARIN -AP tersebut, PM. Mongolia menegaskan kegiatan yang digelar bagian integral dari upaya global guna menghentikan dan perangi kejahatan keuangan, pencucian uang, korupsi dan pendanaan terorisme.

Ditambahkan Zanhasathar jejaring ARIN-AP sebagai jembatan untuk pertukaran informasi di antara lembaga penegak hukum, yang mendukung deteksi, pembekuan, penyitaan, dan pengembalian aset yang diperoleh secara ilegal.

“Pertemuan ini tidak hanya memperkuat kerja sama, tetapi juga membangun kepercayaan antara negara-negara regional, ” akhirinya.(ahi)