Sempat Kosong Usai Hendri Dicopot
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Kursi Kajari Jakarta Barat akhirnya dijabat Hj. Nurul Wahida Rifal, S.H., M.H., setelah sempat kosong ditinggal Hendri Antoro yang dicopot pada Rabu (8/10) lalu.
Kajati Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Dr. Patris Yusrian Jaya melantik Nurul sebagai Kajari Jakarta Barat, di Gedung Kejaksaan Tinggi DKJ, Selasa (28/10).
Hendri dicopot karena diduga menerima Rp 500 juta dari Jaksa Azzam yang belum lama diputus bersalah oleh PN. Jakarta Selatan karena menilep barang bukti perkara robot trading Fahrenheit miliaran rupiah.
Pimpinan Kejaksaan lalu menunjuk Aspidsus Kejati DKJ Haryoko Ari Prabowo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kajari Jakarta Barat.
KAJARI JAKARTA SELATAN
Bersama Nurul, ikut dilantik Kajari Jakarta Selatan Marcello Bellah, S.H, M.H menggantikan Iwan Catur Karyawan yang baru menjabat 3 bulan.
Berbeda dengan Marcello yang dipromosi dari Kasubdit Korupsi dan TPPU pada Direktorat Penuntutan pada Jampidsus.
Sebaliknya, Iwan justru dimutasi dan menempati kursi Kasubdit Korupsi dan TPPU pada Direktorat Penuntutan yang sebelumnya dijabat Marcello.
“Kita berharap Marcello dapat menjabat kegusaran Publik atas belum dieksekusinya Silfester Matutina yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap sejak 2019, ” pinta Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea terpisah.
Pejabat lain yang dilantik, adalah Kajari Jakarta Pusat Dr. Antonius Despinola, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKJ Dr. Neva Dari Susanti, Hutamrin (Asisten Intelijen), Dr. Safrianto Zuriat Putra (Asisten Tindak Pidana Umum) dan Dr. Suroto (Asisten Pemulihan Aset).
Lainnya, GP Kosklara Hutabarat, S.H., M.H (Kabag Tata Usaha), Zulkipli, S.H., M.H (Koordinator), I Made Pasek Budiawan, S.H., M.H (Koordinator).
Dalam sambutannya, Kajati DKJ berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk curahkan kemampuan, pengetahuan dan pengalaman agar dapat dicapai kinerja yang optimal.
“Saya juga minta jaga integritas, profesionalitas, loyalitas serta dedikasi dalam menjalankan tugas penegakan hukum guna menjawab tantangan yang semakin kompleks di wilayah hukum DKI Jakarta, ” akhirinya.(ahi)












