TAPI Apresiasi, Relevan di Era Kekinian
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Jaksa Agung ST. Burhanuddin ingatkan Kepintaran membuka banyak pintu, tetapi karakter yang membuat diri bertahan.
“Dalam membangun karakter, dibutuhkan adab dan etika. Banyak orang yang memiliki kecerdasan tapi tidak memiliki adab dan etika, karena adab dan etika itu tidak selalu diajarkan di setiap jenjang pendidikan, ” katanya.
Statement yang disampaikan di akhir
ceramah kepada Siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXX (80) Gelombang II Tahun 2023, Gedung Badiklat Kejaksaan, Kamis (30/11).
Pernyataan tersebut sangat menarik dan bahkan relevan di tahun Politik, terutama dilupakannya Adab dan Etika.
“Rasanya seperti siraman air segar di tengah kemarau panjang beberapa waktu lalu, ” komentari Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal D. Hutapea secara terpisah.
Bagi aparat penegak hukum (APH), menurut Iqbal kedua hal tersebut sangat penting dan mendesak untuk digelorakan kembali seiring diberlakukan pendekatan hukum humanis.
“Selama ini kita seperti kehilangan jati diri. Penegakan hukum hanya didasarkan pada pasal demi pasal tanpa memaknai lebih dalam. Yang pada akhirnya menimbulkan gejolak di tengah Publik, ” tuturnya.
Contoh sederhana pemidanaan Rocky Gerung terkait kritiknya kepada Presiden, namun kemudian atas kesadaran dicabut kembali oleh Pelapor agar iklim demokrasi tidak terusik.
“Kita ingin penegakan hukum dimaknai menegakan ketertiban bukan justru sebaliknya dan muncul kontra produktif. Kita apresiasi sekali statement Pak Jaksa Agung, ” pungkasnya.
TINGKAT KEPERCAYAAN
Pada bagian lain, Burhanuddin singung soal tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga (institusi) Kejaksaan.
Di menyebutkan dalam 4 tahun terakhir terjadi peningkatan 30 persen lebih kepercayaan (Trust) Publik kepada Kejaksaan.
“Sewaktu dilantik pada 2019, tingkat kepercayaan publik berada di angka 50,6%. Sedikit demi sedikit, berkat kerja keras dan kerja cerdas kita, indeks kepercayaan publik terus beranjak dan mencapai angka 81, 2 persen pada Juni 2023. “
Atas perolehan tersebut, dia mengajak Siswa PPPJ Angkatan 80 Gelombang II bersama meningkatkan, minimal mempertahankan pencapaian tersebut.
“Mempertahankan tentunya, lebih sulit daripada meraih, ” akhirinya.
Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Tony T. Spontana, Kapuspenkum Ketut Sumedana, Asisten Umum Jaksa Agung Herry Hermanus Horo dan Asisten Khusus Jaksa Agung Sri Kuncoro. (ahi)












