Lagi, Dirut Pertamina Nicke Widyawati Diperiksa: Petinggi Bantu Praktik Culas Riza Chalid Bakal Terungkap

Riza Chalid Tidak Bekerja Sendirian
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Dirut Pertamina (2018- 2024) Nicke Widyawati kembali diperiksa ketiga- kalinya dalam Skandal Tata Kelola Minyak Mentah yang merugikan negara Rp 285 triliun.

Namun sampai pemeriksaan selesai di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung tidak ada perubahan status juga tidak dikenakan pencegahan ke luar negeri.

Nama Nicke tidak dapat dilepaskan dugaan koruptif yang dilakukan sang buronan M. Riza Chalid pada kurun waktu 2015 -2023.

Pada periode tersebut, The Gasoline Godfather diduga mengintervensi kerjasama pengelolaan Terminal BBM Tangki Merak dan menghilangkan skema kepemilikan Terminal BBM setelah selesai masa kontrak 10 tahun yang kemudian berakibat negara dirugikan Rp 2, 9 triliun.

Kapuspenkum Anang Supriatna enggan berspekulasi pemeriksaan atas Nicke yang dilakukan berulang dan kemungkinan perubahan status.

“Saya hanya katakan semua dilakukan guna perkuat pembuktian dan lengkapi pemberkasan sekaligus buat terang tindak pidana, ” kata Anang diplomatis, Jumat (24/10) malam.

Dalam keterangannya, Anang tidak menjelaskan apakah serangkaian pemeriksaan belakangan ini mencari aktor intelektual

Mengacu keterangan Direktur Penyidikan (saat itu) Dr. Abd Qohar (kini, Kajari Sultra), Kamis (10/7) apa mungkin praktik koruptif yang dilakukan Riza itu hanya bersama tersangka HB, AN dan GRJ ?

Padahal, intervensi kebijakan Pertamina oleh Riza Chalid sama artinya mengintervensi wewenang Dirut Pertamina ?

Inisial HB adalah Hanung Budya Yuktyanta (Direktur Pemasaran dan Niaga PT. Pertamina), AN adalah Alfian Nasution (VP Supply dan Distribusi PT Pertamina (Persero) tahun 2011-2015). GRJ (Gading Ramadhan Joedo (Dirut PT. Orbit Terminal Merak).

SANGAT MUNGKIN ?

Dari berbagai informasi di tengah pemeriksaan Nicke Widyawati di Kejagung, umumnya sepakat munculnya tersangka baru terkait intervensi kebijakan Dirut Pertamina.

Mereka beralasan, intervensi kebijakan itu bisa terjadi karena keputusan Dirut Pertamina dan atau dilakukan karena tekanan pihak di atasnya ?

“Inilah yang menjadi dasar salah satu periksa Nicke dan pihak terkait, ” tuturnya, Jumat malam.

Bisa jadi, atas dasar itu pula Direktur Pertamina ESM alias Emma Sri Martini yang menjabat sejak 25 November sampai kini, juga sampai diperiksa tiga kali, yang terakhir pada Rabu (22/10).

Pemeriksaan ini menambah deretan Pengurus dan Mantan Pengurus Pertamina diperiksa, seperti Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Mantan Komut Basuki Tjahaja Purnama dan Mantan Direktur Pemasaran Tahun 2016 MHD diduga Muchamad Iskandar.

Lainnya, Mantan Dirut Pertamina Elia Massa Manik yang diperiksa pada Rabu (11/6),

IGNATIUS JONAN

Kebijakan soal tata kelola minyak tidak bisa dilepaskan peran Kementerian ESDM yang sejauh ini tiga Dirjen Migas pada periode tersebut telah diperiksa.

Mereka, Djoko Siswanto yang menjabat tahun 2018. Tutuka Ariadji (2020- 2024) dan Ego Syahrial (2019 – 2020).

Sementara agenda pemeriksaan terhadap Menteri ESDM Ignasius Jonan yang menjabat dari 14 Oktober 2016 – 20 Oktober 2019) dan Arifin Tasrif (2019- 2024) belum diketahui.

Pemeriksaan atas Jonan semula pekan ini diundur dua pekan depan diketahui dari utusan Jonan menemui Direktur Penyidikan Dr. And Qohar pada Jumat (2/6).

Alasannya, masih capek usai mewakili Pemerintah untuk menghadiri pemakaman Paus di Vatikan.

Pengganti Jonan adalah Arifin Tasrif yang menjabat sejak 2019 – 2024. Belum diketahui apakah ada agenda untuk memeriksa Arifin ?

“Dia butuh istirahat usai hadiri pemakaman Paus di Vatikan. Maklum sudah berusia, ” utusan Jonan memberi alasan beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan Ignatius menjadi maha penting guna menguak aktor intelektual dalam skandal yang membangunkan rakyat dari mimpi buruk.

“Semua pihak terkait harus diperiksa agar jelas siapa saja yang menjadi aktor intelektual dalam skandal memalukan yang terjadi pada 10 tahun terakhir, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Sabtu (25/10).

Saksi lain yang diperiksa, adalah S (HRD PT. Mahameru Kencana Abadi), NS (Senior Account Manager PT Pertamina Patra Niaga periode 2021- sekarang).

Kemudian, TRA (Kepala Terminal PT Orbital Terminal Merak) dan N (Finance Accounting and Tax Manager PT. Orbital Terminal Merak).

Seterusnya, IHP (Pemimpin Cabang PT. BRI Multi Finance Indonesia), TR (Account Officer PT. BRI tahun 2011-2014).(ahi)