JAKARTA – Buronan Interpol kasus sabu senilai Rp 5 triliun Dewi Astutik alias PA (43) akhirnya berhasil dicokok di Kamboja. Ratu narkoba sabu itu ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan BAIS.
Dewi ditangkap Senin (1/12/2025). Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto akan menjemput di Kamboja dan langsung diterbangkan ke Jakarta
Dewi Astutik menjadi sorotan usai namanya masuk daftar buron Interpol dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun. Dewi juga tercatat pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di sejumlah negara Asia.
Secara terpisah, Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung, Gunawan, Minggu (30/12), mengatakan Dewi pernah tinggal di Dusun Sumber Agung pada 2009. Dewi menetap di lokasi tersebut usai menikah dengan pria setempat.
“Belum pernah ketemu saya dengan Dewi. Dia pendatang dari Slahung, menikah dengan warga sini. Persisnya saya juga nggak tahu kapan dia berangkat jadi TKW,” kata Gunawan.
Salah satu tetangga Dewi, Mbah Misiyem, mengatakan terakhir kali bertemu Dewi pada 2023. Saat itu Dewi berpamitan dan mengaku akan pergi kerja ke Kamboja.
“Waktu itu pamitnya habis Lebaran, bilangnya mau kerja ke Kamboja. Saya sempat tanya kok jauh sekali, dia jawab di rumah nggak ada kerjaan. Saya juga tanya suaminya ditinggal gimana, dia bilang nggak apa-apa,” imbuh Misiyem.
Nama Dewi mencuat usai BNN mengungkap penyergapan besar-besaran jaringan narkoba internasional. Perempuan ini diduga menjadi aktor utama dalam penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun.
Sosok Dewi Astutik alias PA (43) menjadi sorotan usai namanya masuk daftar buronan Interpol dalam kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun. Dewi juga tercatat pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di sejumlah negara Asia.
Salah satu tetangga Dewi, Mbah Misiyem, mengatakan terakhir bertemu Dewi pada tahun 2023 silam. Saat itu Dewi berpamitan dan mengaku akan pergi kerja ke Kamboja.
“Waktu itu pamitnya habis Lebaran, bilangnya mau kerja ke Kamboja. Saya sempat tanya kok jauh sekali, dia jawab di rumah nggak ada kerjaan. Saya juga tanya suaminya ditinggal gimana, dia bilang nggak apa-apa,” imbuh Misiyem.
Sebelum berangkat ke Kamboja, Dewi diketahui sempat bekerja puluhan tahun di Taiwan. Dia pulang sebentar ke rumah di Ponorogo, sebelum akhirnya berangkat ke Kamboja dengan alasan pekerjaan.
Nama Dewi mencuat usai BNN mengungkap penyergapan besar-besaran jaringan narkoba internasional. Perempuan ini diduga menjadi aktor utama dalam penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun. (Ralian)












