JAKARTA — Seorang pria lanjut usia berinisial S (81) tewas usai tertabrak KRL Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota di perlintasan liar dekat SMA Negeri 37 Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026) pagi. Korban diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya dengan melompat ke arah kereta yang sedang melintas.
Saksi mata di lokasi kejadian, Uta (30), mengungkapkan bahwa korban sempat duduk bersamanya di pos pantau sebelum insiden terjadi. Ketika palang perlintasan ditutup karena ada kereta dari arah Stasiun Cawang, Uta fokus mengamankan jalur dan tidak menyadari korban telah berpindah posisi.
“Pas kereta sudah dekat, tahu-tahu dia sudah enggak ada. Pas saya nengok, (korban) sudah keseret,” kata Uta saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (20/8/2026). Ia menduga korban sengaja melakukan aksi tersebut.
Petugas Stasiun Cawang, Reynaldo, menambahkan bahwa korban sebelumnya sempat mencoba melompat ke rel, namun berhasil digagalkan oleh petugas jaga lintasan. Namun, pada percobaan kedua, korban melompat saat petugas sedang memantau perlintasan dari sisi seberang.
“Pas percobaan pertama sempat dihalangi petugas. Lalu pas ada kereta lewat ke arah Bogor dan petugas jaga di seberang, bapak itu loncat di depan kereta arah Jakarta Kota,” jelas Reynaldo.
Akibat kejadian ini, perjalanan Commuter Line KA 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota sempat mengalami gangguan. PT KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi dengan menggunakan satu jalur pada lintasan Stasiun Pasar Minggu-Manggarai, yang menyebabkan keterlambatan perjalanan KRL di kedua arah. (Ralian)












