Kapolda Maluku Gandeng Tokoh Agama Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

MALUKU: Kapolda Maluku menggandeng ulama dan tokoh agama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba melalui edukasi dan pendekatan keagamaan.

“Kami akan memberitahukan kepada seluruh negeri atau desa, kami minta kesediaan seluruh warga masyarakat untuk dicek urine. Langkah ini akan didahului dengan ajakan-ajakan yang disampaikan di masjid dan gereja,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, di Ambon, Sabtu.

Kapolda mengatakan, tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk mendorong partisipasi warga dalam upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Ia menjelaskan, pelibatan tokoh agama diperlukan agar edukasi mengenai bahaya narkoba dapat disampaikan secara persuasif dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Maluku.

Menurut dia, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun komunikasi, silaturahmi, serta kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

“Saya sudah beberapa kali dipanggil ke Jakarta, tetapi saya belum mau pergi karena saya merasa tugas bersilaturahmi ke seluruh wilayah Maluku ini belum selesai,” ujarnya.

Kapolda juga meminta jajaran kepolisian di wilayah untuk terus menjalin hubungan dengan masyarakat dan mendukung program pemerintah.

“Kalau ada program pemerintah, kita jadi pengsupport. Saya arahkan para Kapolres agar selalu mengunjungi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa menyambut baik hal tersebut.

“Tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat, merawat toleransi, serta memperkuat persatuan. Karena itu, Polda Maluku terus mendorong komunikasi dan kolaborasi dengan para ulama serta pemuka agama untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” katanya.

Ia menambahkan, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pemeliharaan keamanan membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat melalui pendekatan humanis dan komunikasi terbuka. (Amin)