Dirut Jasamarga Tollroad Maintenance Dicecar Ungkap Keterlibatan Kontraktor Tol MBZ

Pratama Daya Cahya Manunggal
PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA: Ungkap keterlibatan Kontraktor Tol MBZ, kini Kejaksaan Agung cecar Dirut PT. Jasamarga Tollroad Maintenance (JTM) inisial RH diduga Rudy Hardiansyah
.

Langkah ini melengkapi pemeriksaan sebelumnya terhadap Jajaran kontraktor, terdiri Eks. Dirut PT. Acset Indonusa Jeffrey Gunadi Chandra Wijaya dan Eks. Dirut PT. Waskita K I Gusti Ngurah Putra.

Dalam perkara Tol MBZ yang diduga merugikan negara sekitar Rp 1, 5 triliun baru menjerat unsur anak usaha Jasa Marga, yakni PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Konsultan (PT. LAPI Ganeshatama) dan Subkontraktor (PT. Bukaka Teknik Utama).

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana tidak mau berandai-andai dan mengelaborasi terkait pemeriksaan RH dan hanya mengatakan upaya itu guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Semua dalam rangkaian untuk membuat terang tindak pidana (cari tersangka baru, Red), ” ucapnya diplomatis, Selasa (7/11) malam.

Strategi penyidikan yang dilakukan Pidsus alias Gedung Bundar ini telah menghasilkan tersangka baru, yakni Sofiah Balfas (Direktur Bukaka) sepekan setelah Mantan Dirut Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono dan dua tersangka lain ditetapkan.

“Pada prinsipnya, tidak ada yang baku selama ada alat bukti pasti ditetapkan tersangka, ” jelas sebuah sumber secara terpisah.

Selama ini terkesan tersangka baru akan ditetapkan, setelah berkas jilid I dilimpahkan dan ditemukan alat bukti baru di persidangan.
“Ini proses berkelanjutan Bang, ” pungkasnya seraya menunjuk tersangka berjilid-jilid dalan Skandal Asuransi Jiwasraya dan Asabri.

JASA MARGA

Jasamarga Tollroad Maintenance adalah anak usaha PT. Jasa Marga (JSMR), sebagai penyedia jalan tol terbesar di negeri +62 ini.

Sebanyak 99, 82 perses kepemilikannya dikuasi Jasa Marga sebagai induk perusahaan.

Perusahaan ini bergerak pemeliharaan jalan tol. Pendirian badan usaha ini guna mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimum jalan tol.

Namun demikian, usaha dan kerja keras mereka tidak menghentikan keluhan konsumen, terutama beberapa waktu lalu sejumlah kendaraan kempes saat melaju di atas Tol MBZ karena ada sisa konstruksi baja di tengah jalan.

Walau, kemudian dibantah setelah disisir tempat kejadian perkara.

“Harusnya, pelayanannya profesional. Kita sudah keluar duit besar, namun kualitas jalannya seperti itu, ” ungkap Toni, pengguna Tol MBZ belum lama ini.

Pemeriksaan ini melengkapi sebelumnya atas Adrian Priohutomo (Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga 2019) dan Hasanudin (Direktur Pengembangan Usaha), Selasa (6/6).

Lainnya, Mantan Dirut PT. JJC lainnya Vera Kirana pada Selasa (6/6).

Berikutnya, Dirut JSMR 2015 -2020 Desy Arryani yang sudah diperiksa berulang, sejak pertama diperiksa, Rabu 16/8) dan Dirut JSMR (2012-2016) Adityawarman sehari kemudian.

Lainnya, Subakti Syukur yang belum lama dilantik sebagai Dirut JSMR. Dia diperiksa sebagai Direktur Operasional Periode 2016 – 2020, Senin (24/7).

Terakhir, Selasa (18/7) Eks. Direktur Pengembangan Usaha Arsal Ismail. Donny Arsal (Direktur Keuangan dan Manajemen) terhitung sejak 2017 yang juga Komut PT. Jasamarga Bali Tol sejak tahun 2020.

PRATAMADAYA

Secara terpisah, ikut diperiksa BS diduga Budi Santoso selalu Pemilik PT. Pratama Daya Cahya Manunggal, yang didirikan sejak 1989 dan bergerak pada Konsultan di bidang Design, Supervision dan Construstion.

“Seperti halnya RH, NS diperiksa guna memperkuat pembuktian sekaligus membuat terang tindak pidana, ” pungkas Ketut.

Bersamanya, ikut diperiksa A (Direktur PT. Tridi Membran Periode 2020 – sekarang), YM (Dirut PT. Berkas Bersama Ciherang) dan SR (Kasubdit Teknik Jembatan Ditjen Bina Marga).

Seterusnya, FSH selalu PM Japek II (VGF Japek II Elevated) PT Waskita Karya Periode 2017-2019, FH (Dirut PT. Inter World Steel).

Serta, KNN (Civil Site Engineering Proyek Japek II Elevated KSO Waskita-Acset periode 2017- 2020) dan LW (Karyawan BUMN PT Bank Mandiri).

Sehari sebelumnya, diperiksa sejumlah saksi diantaranya BS (Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub 2017-2022) dan PT (Direktur Lalu Lintas Jalan, Perhubungan Darat, Kemenhub 2018 -2020) dan GS (Komisaris PT Trocon Indah Perkasa).(ahi)