Kejar Aset Skandal Timah, Evaluator VIP dan Marketing Soho Orchard Boulevard PIK 2 Diperiksa

Status Robert Bono Menggambang
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Kejar aset Pemilik CV. Venus Inti Perkasa (VIP) Thamron Tamzil alias Aon, Evaluator RKAB CV. VIP dan PT. Menara Cipta Mulia (MCM) milik Aon diperiksa.

Hanya saja, usai diperiksa statusnya tak berubah, masih sebagai saksi dan tidak dicegah bepergian ke luar negeri.

Padahal, mereka patut diduga bagian jaringan permufakatan jahat dalam perkara pengelolaan tata niaga timah di IUP PT. Timah 2015- 2022 yang merugikan negara Rp 271 triliun lebih

Kapuspenkum Ketut Sumedana enggan berspekulasi terkait pemeriksaan Evaluator CV. VIP dan PT. MCM dan pihak terkait lainnya.

“Mereka diperiksa untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan tersangka TN sekaligus membuat terang tindak pidana, ” kata Ketut, Senin (6/5) malam.

Evaluator RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Belanja Tahunan) CV. VIP dan PT. MCM yang diperiksa adalah LS dan EB dalam kapasitas sebagai anggota.

Bersamanya, ikut diperiksa RSK selaku Anggota Evaluator RKAB PT. MCM, CV. VIP, PT. Refined Bangka Tin (RBT), PT. BTI, PT. RNT dan PT. TBU.

Lainnya, EM dan WLY selalu pihak Swasta dan SMN (Marketing Ruko Soho Orchard Boulevard PIK 2).

SOHO ORCHARD BOULEVARD

Sampai pemeriksaan selesai, belum diketahui pemeriksaan terhadap SMN (Marketing Ruko Soho Orchard Boulevard PIK 2).

Dari berbagai sumber, diduga pemeriksaan tersebut terkait kepemilikan Thamrin atas Ruko di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 ?

“Semua aset terkait dengan tersangka pasti akan dikejar dalam rangka pengembalian kerugian negara, ” ungkap sebuah sumber terpisah.

Namun, dia belum dapat pastikan karena hal itu menyangkut materi perkara dan masuk dalam dakwaan tersangka.

“Nanti, saat pembacaan tuntutan di pengadilan bakal diketahui. Sabar Bang, ” pintanya sekaligus mengakhiri perbincangan di Kejagung, Senin sore

ROBERT BONO

Sementara itu nasib, Robert Prihantono Bonosusatya sejak diperiksa pada 1 April lalu sampai kini belum diketahui kelanjutannya.

Semua pihak masih bungkam. Entah, alasan apa yang melatar- belakanginya. Apakah sosoknya yang diduga kenal dengan sejumlah tokoh penting atau lantaran kedekatan dengan pengusaha kuat ?

“Bisa jadi Iya, tapi bisa juga tidak. Saya masih yakin pada waktunya semua akan diketahui, ” tutur Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Selasa (7/5).

Robert ini sendiri sudah menepis keterkaitan dirinya dengan Skandal Timah dan meyakinkan Publik dirinya juga bukan pemegang saham PT. RBT.

RBT berawal dari pengambil-alihan Artha Graha Network diduga milik Tommy Winata.

Perusahaan ini didirikan pada 2007 sampai kemudian dibeli para pengusaha Babel pada 2016. (ahi)