Indikasi Kuat, Anak Usaha Sritex Dicecar
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Direktur Utama Bank BRI tahun 2012 Sofyan Basir diperiksa. Penetapan tersangka Sritex Klaster II hanya hitungan hari ?
Siapa saja yang bakal dijadikan tersangka perkara tindak pidana korupsi secara kasat mata sudah dapat diketahui.
Kejaksaan Agung masih menunggu pemeriksaan Jajaran Direksi Bank BNI dan LPEI alias Indonesia Eximbank, anggota Sindikasi Perbankan lainnya.
Pastinya pemeriksaan SB patahkan kesan SB sebagai ‘kebal hukum’ sebab SB tak kunjung diperiksa dalam perkara Penggadaan Tower Transmisi PLN tahun 2016 dalam kapasitas Dirut PT. PLN.
Perkara PLN mandek sampai kini. Rilis perkara ini disampaikan langsung Jaksa Agung ST. Burhanuddin pada Senin (25/7/2022) di Lobi Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kompleks Kejagung.
Kapuspenkum Anang Supriatna enggan menanggapi bakal ditetapkan tersangka Klaster II paska diperiksanya SB.
Secara normatif, Anang mengatakan SB diperiksa guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.
“Upaya tersebut dilakukan untuk buat terang tindak pidana (cari tersangka, Red), ” katanya, Senin (6/10) malam.
BRI adalah salah satu dari tiga unsur Sindikasi Perbankan selain Bank BNI dan LPEI alias Indonesia Eximbank.
Hanya saja, sampai detik ini Kejagung tidak pernah mengurai berapa kredit yang dikucurkan BRI dari total nominal kredit Rp 2, 5 triliun.
Ketiga unsur Sindikasi Perbankan disebut Klaster II dalam penyidikan penyidikan perkara Sritex.
Klaster I mengacu kepada Manajemen Sritex dan 3 Bank BPD (DKI, Jateng dan BJB) yang sudah menetapkan 12 orang tersangka.
HITUNGAN HARI
Dari berbagai informasi yang dihimpun, tersangka Sritex Klaster II bakal ditetapkan dalam waktu dekat tidak ditepis.
“Sulit untuk tidak mengiyakan, jika dilihat secara kasat mata, tapi jujur saya tidak dalam kapasitas untuk membenarkan, ” ungkap sebuah sumber terpisah.
Dia beralasan selain BRI masih ada dua unsur lain, yakni BNI dan LPEI dimana pemeriksaan Jajaran Direksi BNI dan LPEI baru dijadwalkan.
“Kita baru dengar mereka dijadwalkan untuk diperiksa, ” tambahnya.
Oleh karena itu, dia minta bersabar karena penyidikan terus berlangsung dan berkelanjutan.
“Saran saya, ikuti saja perkembangannya Bang. Pastinya, kita komit tuntaskan perkara sampai ke akar-akarnya, ” pungkasnya.
DIREKSI BRI
Sebelum SB, Jajaran Direksi BRI tahun 2012 yang terkait kucuran kredit ke PT. Sritex sudah diperiksa.
Mereka, adalah Lenny Sugihat (Direktur Pengembalian Risiko Kredit), A. Toni Soetirto (Direktur Bisnis Konsumer) dan SAA alias Sulaiman A. Arianto (Direktur Bisnis Konsumer).
Selain ketiga direktur yang diperiksa pada Jumat (3/10), ikut diperiksa 2 Direktur BRI lain yang dilakukan pada Rabu (1/10).
Direktur BRI dimaksud, adalah atas Asmawi Sjam (Direktur Bisnis Kelembagaan) dan Djarot Kusumayakti (Direktur Bisnis UMKM).
Sejauh ini, belum diketahui alasan tim penyidik langsung meriksa Sofyan Basir setelah 5 Direktur BRI diperiksa.
Pertanyaan ini mengemuka karena saat Sofyan menjadi Dirut BRI masih terdapat sejumlah Direktur BRI lain belum diperiksa.
Belum diperiksa karena tidak terlibat kebijakan pengucuran kredit ke Sritex atau sebab lain ?
Mereka adalah Achmad Baiquni yang belakangan dipromosikan sebagai Dirut BNI susul Sofyan Basir yang dipromosikan sebagai Dirut PLN, Suprajarto, Gatot Mardiwasisto dan Sarwono Sudarto.
MENGUAT
Indikasi bakal ditetapkan tersangka Sritex Klaster II menguat sebab sejumlah pengurus anak usaha Sritex ikut diperiksa, Senin (6/10).
Patut diduga, tim penyidik tengah konfrontir keterangan Direksi BRI dengan anak usaha Sritex ?
Dugaan itu mencuat karena Kejagung juga meriksa konsultan manajemen dan appraisal, seperti RMD (Pengurus PT. Bintang Dharma Hurip).
Pengurus anak usaha Sritex dimaksud, terdiri
APS (Dirut PT.Yogyakarta Textile) dan ini tercatat untuk kedua kali pemeriksaan terhadap APS. Lalu, RB (Dirut PT. Citra Buana Semesta I).
Sebelumnya, telah diperiksa Ditu PT. Sari Warna Asli Juanda Cahyadi Hartono dan Pramono (Dirut PT. Rayon Utama Makmur).
Keempat perusahaan ini bagian dari 11 anak usaha Sritex yang patut diduga terima kucuran kredit yang seharusnya digunakan untuk menyehatkan Sritex.
Anak usaha lain, terdiri PT Lotus Indah Textile Industries, PT. Djohar, PT. Sukoharjo Multi Indah Textile Mill, PT. Jaya Perkasa Textile, PT. Adi Kencana Mahkota Buana, PT. Senang Kharisma Textile dan PT. Multi International Logistic.(ahi)












