Gunawan Yusuf/Purwanti/Siti Nurbaya ?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Panser berwarna loreng diparkir di depan Lobi Gedung Bundar (Pidsus), Kejaksaan Agung mulai Rabu (4/1).
Aneka pertanyaan muncul di benak di balik pemindahan kendaraan tempur yang semula diparkir di samping gedung Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Kompleks Kejagung.
“Terpaksa dipindahkan ke Gedung Bundar, karena di lokasi semula tengah dilakukan pembongkaran terhadap Gedung Jampidum dan Masjid Baitul Adli, ” kata Solihin, Petugas Kamdal saat ditemui, Rabu sore.
Pembongkaran Gedung Jampidum, Masjid Baitul Adli bagian dari rencana pembangunan kantor baru beserta taman.
Bersamanya, ikut dibongkar (dirubuhkan, Red) Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) dan Gedung Jaksa Agung Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Serta, Sekretariat Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dilakukan sejak pekan lalu.
PERKARA ATAU ORANG BESAR
Namun juga berkembang khabar karena akan mulai diusutnya kasus besar dan atau yang melibatkan orang besar dalam waktu dekat.
“Pantau saja sekeliling. Gedung Bundar. akan ngegas (perkara dan atau tokoh besar, Red) lagi dalam waktu dekat. Itu informasi yang saya dengar, ” bisik seorang petinggi, Rabu sore.
Dia tidak menceritakan lebih lanjut perkara dan atau tokoh besar yang bakal diungkap (diperiksa, Red).
“Sudah pantau saja, ” pintanya seraya berlalu dengan muka serius.
Portalkriminal. Id, Holopis. Com dan teman-teman Jurnalis saling berpandangan. Secepat kilat bergerak ke Gedung Bundar.
“Hari ini tidak ada pemeriksaan perkara baru dan atau tokoh besar, ” jawab salah satu sumber di Gedung Bundar secara terpisah.
“Entah, besok (Kamis, Red) atau lusa (Jumat, Red), ” ucapnya seraya menyatakan juga keheranannya atas keberadaan Kendaraan Tempur di Lobi Gedung Bundar.
GUNAWAN YUSUF -SITI NURBAYA ?
Dari catatan ada dua kasus besar yang tengah didalami Kejagung. Pertama, kasus peralihan lahan milik negara (TNI AU) oleh enam anak usaha Sugar Group Companies milik Gunawan Yusuf dan Purwanti Lee yang disampaikan Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah, Kamis (22/1).
Terakhir, penggeledahan yang diikuti penyitaan di kediaman Mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang disampaikan Direktur Penyidikan Syarief Sulaeman Nahdi Jumat (30/1) terkait kasus kehutanan yang seterusnya bakal diikuti pemeriksaan secepatnya.
Keduanya bakal dijadikan tersangka ?
“Dua-duanya perkara besar dan bisa disebut tokoh besar, ” komentari Ronald, wartawan Holopis. com.
Namun, Ronald yang dikenal sebelumnya sebagai Mantan Wartawan Elshinta juga mengingatkan bisa jadi tidak keduanya, tapi ada kasus lain.
“Sudah kita pantau saja daripada kita diskusi gak ada habisnya dan kecolongan ” akhirinya sembari dengan serius mengajak kelilingi Gedung Bundar.
Bakal adanya kasus baru yang diusut makin mengemuka saat Presiden dalam Rakornas di SIC, Senin (2/1) minta Kejaksaan untuk usut para Mantan Petinggi BUMN terkait aneka penyimpangan di masa lalu (termasuk perkara Sritex Klaster II yang diduga melibatkan Direksi Bank BNI, BRI dan LPEI, Red).
Bank BNI, Bank BRI dan LPEI tergabung dalam Sindikasi Perbankan yang kucurkan kredit Rp 2, 5 triliun ke PT. Sritex secara melawan hukum.(ahi)












