Periksa Dua Distributor Gula, Penetapan Tersangka Impor Gula Hanya Hitungan Hari

Tak Bernasib Seperti Skandal PLN dan SCC
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Periksa 2 Distributor Gula, penetapan tersangka Skandal Impor Gula di Kemendag sejak 2015 -2023 tinggal hitungan hari.

Indikasi tersebut menyusul telah diperiksanya pihak terkait, mulai Pejabat Kemendag, PT. PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia), Perum Bulog dan Para Importir Gula.

“Nyaris sudah tidak alasan lagi berlama- lama lagi bagi Kejaksaan Agung untuk menetapkan tersangka, ” kata Pegiat Anti Korupsi Iqbal Daud Hutapea, Rabu (8/4).

Perkara ini disidik setahun lalu, tepatnya tanggal 10 Mei namun nihil tersangka. Justru, sebaliknya menerbitkan Sprindik baru terkait temuan impor gula bermasalah oleh PT. SMIP dan dua bulan berikutnya menetapkan tersangka.

Iqbal beralasan dengan ditetapkan tersangka, maka simpang-siur perkara dapat ditepis dan sekaligus memberikan kepastian hukum.

“Paling tidak, perkara ini tidak senasib perkara Penggadaan Tower Transmisi PLN 2016 yang disidik sejak 4 Mei 2022 dan Sigma Cipta Caraka (SCC) disidik sejak awal Oktober 2023 Mangkrak tanpa diketahui kelanjutannya, ” pungkas Iqbal.

Perkara PLN dan seperti halnya Impor Gula sempat menjanjikan ketika puluhan saksi diperiksa, tapi berakhir Anti klimaks.

Untuk PLN hanya menyisakan agenda pemeriksaan Mantan Dirut PLN (2014-2019) Sofyan Basir dan Ketua Aspatindo sekaligus Direktur PT. Bukaka Teknik Utama Saptiastuti Hapsari dan segelintir Pabrikan Tower.

Hal senada terjadi pada perkara proyek fiktif di SCC. Lebih ironis lagi, perkara ini kebalap oleh KPK yang dua bulan sidik sudah menetapkan 6 tersangka !

TERANG TINDAK PIDANA

Dua Distributor Gula yang diperiksa adalah, YS selaku Direktur PT. Abad Baru dan TSC (Direktur PT. Jujur Sentosa).

Kapuspenkum Ketut Sumedana mengatakan pemeriksaan ke-2 direktur guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Upaya dimaksud untuk membuat terang tindak pidana (tetapkan tersangka, Red), ” jelasnya, Rabu malam.

Tidak dijelaskan lebih lanjut dalam keterangannya soal pemeriksaan mereka dan keterkaitan dengan rencana penetapan tersangka.

Sebelum ini, telah diperiksa Eks. Dirut PPI Dayu Padmara Rengganis pada Rabu (24/4) dan tercatat pemeriksaan kedua.

Lalu, Mantan Direktur PPI CS diduga Wahyu Suparyono pada Senin (30/10) dan Mantan Dirut PPI Agus Andiyani pada Selasa (14/10).

Senin (27/11/2023), Plt. Direktur Impor pada Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag berinisial NE, Direktur Impor Kemendag Arif Sulistiyo pada Selasa (10/10) dan Sri Hariyati (Karo Hukum Kemendag) pada sehari sebelumnya.

Importir Gula, yakni PT. Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) anak usaha Tene Group pada Rabu (24/4) setelah sehari sebelumnya anak usaha Tene Group lain, yakni PT Makassar Tene diperiksa.

Terakhir, LM selaku Manajer Akunting PT. Andalan Furnindo, PT. Sentra Usahatama Jaya dan T. Medan Sugar Industry yang tergabung dalam Grup Samora.

Dari berbagai informasi, ke-3 perusahaan anak usaha Grup Samora
MLM tersebut adalah bagian dari 11 importir gula yang ditunjuk pemerintah pada 2019. (ahi)

Teks Photo: Logo PT. Jujur Sentosa