Lebih Baik Korbankan Seorang Oknum
PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA: Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengingatkan betul kepada Publik untuk tidak percaya kepada orang-orang yang bisa mengurus kelulusan CPNS Kejaksaan.
“(Oknum-oknum yang menawarkan kelulusan CPNS, Red) Itu tidak benar, ” tegasnya dalam kunjungan kerja Virtual kepada Jajarannya, Senin (20/11).
Namun demikian, dalam keterangannya kepada Pers tidak disebutkan apakah dalam seleksi CPNS Kejaksaan yang tengah berlangsung ditemukan oknum eksternal dan internal atau kolaborasi keduanya bermain dalam seleksi.
Sejauh ini, baru ditemukan praktik perjokian di wilayah hukum Kejati Lampung. Hanya tidak disebutkan berapa banyak jumlahnya dan sanksi hukumnya.
Jaksa Agung hanya meminta para kesempatan berikutnya tidak lagi ditemukan adanya kecurangan proses seleksi, seperti perjokian ujian ataupun oknum internal yang memanfaatkan proses rekrutmen untuk kepentingan diri sendiri.
Pada kesempatan itu, Burhanuddin minta kepada Jajarannya agar pelaksanaan seleksi CPNS dilaksanakan secara profesional, transparan dan akuntabel.
“Mari, kita wujudkan penyelenggaraan proses rekrutmen yang baik sehingga memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu melaksanakan tugas secara profesional dan paripurna. “
KORBANKAN SATU ORANG
Selain itu, pria berkumis tebal ini singgung maraknya pemberitaan negatif terhadap Institusi Kejaksaan.
Salah satunya, mengenai peristiwa di Bondowoso yang telah membawa kemarahan dan kekecewaan.
“Saya perintahkan kepada seluruh personel agar menjadikan peristiwa ini sebagai cambuk untuk berintrospeksi diri.
Hentikanlah segala upaya untuk mencoba-coba mendekatkan diri dari perbuatan tercela yang kelak mencoreng nama baik pribadi, keluarga dan institusi,” ingatkan Burhanuddin.
Dia tegaskan dirinya tidak akan segan memberikan sanski, baik administrasi maupun pidana kepada setiap orang yang masih berupaya melakukan tindakan tercela.
“Lebih baik, mengorbankan satu orang daripada mengorbankan satu institusi, ” akhirnya dengan sorot mata tajam.
Hal lain, dalam pengamatan Portalkriminal. Id sebulan terakhir, sejak keterangan terdakwa Amelia Sabara di Pengadilan Tipikor, Kendari, Sultra Kejaksaan diterpa Isu Celine Evangelista yang menyebut Jaksa Agung “Papa.”
Tapi, Kejaksaan tepis dan mengatakan Celine itu dekat dengan Ibu (Istri Jaksa Agung) bukan dengan Jaksa Agung sembari memperlihatkan foto kedekatan Celine dengan Ibu.
Amelia menyebut Celine telah menerima Rp 500 juta guna membantu perkara tersangka Ardi Ardiansyah perkara Ore Nikel.
Namun, berita-berita tersebut disebut oleh MAKI disebut serangan balik koruptor di tengah gencarnya pengusutan aneka skandal oleh Kejaksaan Agung. (ahi)












