Setelah Korporasi Toba Pulp Lestari, Beneficial Owner Joseph Oetomo Segera Menyusul ?

Isyarat KasusDjarum Berujung Penetapan Tersangka

PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Korporasi PT. Toba Pulp Lestari (TPL) ditetapkan tersangka, Beneficial Owner PT. TPL Josep Oetomo segera menyusul (berubah status menjadi tersangka, Red) ?

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Saiful Bahri Siregar mengatakan perubahan status korporasi tersebut, setelah ditemukan alat bukti yang cukup dari pemeriksaan 112 orang saksi, salah satunya Kuasa Direksi PT. TPL.

“Selain itu, penyitaan terhadap dokumen-dokumen serta barang bukti elektronik serta Permintaan dan Surat Tugas Ahli perhitungan kerugian keuangan negara, ” katanya, di Lobi Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Senin (7/9).

Dalam praktik kelaziman (SOP Penanganan Perkara Gedung Bundar, Red) penetapan tersangka korporasi dilakukan guna memaksimalkan pengembalian kerugian negara setelah dinilai aset yang disita jauh dari memadai guna pengembalian kerugian negara yang ditaksir sekitar Rp 2 triliun.

Sikap tegas tanpa pandang bulu dari Kejaksaan ini isyarat perkara yang sama yang melibatkan Dirut PT. Djarum Victor Rachmat Hartono dan Mantan Dirjen Pajak Ken dan 3 Pejabat Ditjen Pajak serta Konsultan Pajak segera berujung penetapan tersangka. Perkara ini disidik sejak Oktober 2025.

Perkara Bos Djarum ini sempat memperoleh priveleges saat status pencegahan bepergian ke luar negeri dicabut paska dua pekan berjalan. Victor dicegah pada 14 November bersama Kent dan 3 saksi lainnya.

Sebaliknya, status cegah mantan Dirjen Pajak 2016-2017 Ken Dwijugiasteadi, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Dua Semarang Bernadette Ning Dijah Prananingrum, Pemeriksa Pajak Muda di Ditjen Pajak Karl Layman dan Konsultan Pajak Heru Budijanto Prabowo tetap berlaku.

Namun, sampai berakhirnya masa cegah pada 14 Mei 2026 status cegah tidak diperpanjang. Kejagung tidak bersikap?

TERUS BERTAMBAH

Dengan penetapan tersangka baru ini, maka sudah tiga tersangka ditetapkan.

Dua tersangka sebelumnya ditetapkan pada Rabu (12/8) atas nama BP dan SP sebagai Supervisor Pemeriksaan Pajak.

“Penyidikan perkara jalan terus, ” ujar Direktur Penyidikan menjawab soal kemungkinan dijeratnya para Direksi PT. TPL dan Beneficial Owner Joseph Oetomo mengingat sejauh ini baru dijerat unsur penyelenggara negara.

Dugaan keterlibatan mereka menguat karena perkara transfer pricing oleh PT TPL, Tbk kepada Entitas Perusahaan tahun 2008 -2025 justru telah memperkaya mereka langsung dan atau tidak langsung.

Transfer pricing adalah kebijakan penetapan harga atas transaksi barang, jasa, aset tak berwujud, atau keuangan yang dilakukan antar entitas dalam satu grup perusahaan atau pihak yang memiliki hubungan istimewa.

Praktik ini sering diawasi ketat karena berisiko disalahgunakan untuk menggeser laba demi menghindari pajak.

Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea apresiasi langkah berani Direktur Penyidikan mengingat PT. TPL bukan perusahaan ecek-ecek sekaligus isyarat para pihak yang terlibat, termasuk para Direksi dan Beneficial Owner PT. TPL serta perkara Bos Djarum bakal berujung perubahan status.

“Langkah ini sekaligus jawaban miring atas komentar sinis para pemerhati hukum bahwa Kejagung tidak akan mampu tampil seperti sebelumnya, yang tegas dan sikat tanpa pandang bulu, ” ucapnya saat dihubungi terpisah.

Saat Jampidsus diduduki Dr. Febrie Adriansyah 2 menteri era Pemerintah Jokowi disikat, mulai Menkominfo Johnny G. Plate (perkara BTS 4G) dan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim (Chromebook).

Serta The Gasoline Godfather M. Riza Chalid (Tata Kelola Minyak Mentah dan Petral) !

TOBA PULP LESTARI

Perusahaan ini dahulunya bernama PT. Inti Indorayon Utama yang didirikan Sukanto Tanoto pada 1983 melalui kelompok bisnis Raja Garuda Mas (kini,dikenal Royal Golden Eagle).

Pada akhir 2007, kepemilikan mayoritas berpindah melalui sejumlah perusahaan luar negeri, mulai Pinnacle Company Pte. Ltd. asal Singapura dengan penerima manfaat Sim Sze Kuan usai Pinnacle pada November 2022 tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dengan kode emiten INRU.

Kemudian, muncul Allied Hill Limited adalah Hongkong sebagai pemegang saham mayoritas sebanyak 92, 54 % berdasarkan laporan terbaru atau per 31 Oktober 2025.

Joseph Oetomo tercatat sebagai Penerima Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner).(ahi)