Temukan Tersangka Skandal SCC, Pengurus PT. Zyrexindo Mandiri Buana Dicecar Kejagung

Belum Ada Pencegahan ke Luar Negeri
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Temukan tersangka Skandal Sigma Cipta Caraka (SCC), Pengurus PT. Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) ikutan diperiksa oleh Kejaksaan Agung. Ada apa ?

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana hanya menyebutkan pemeriksaan DH dari PT. Zyrex (harusnya Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, Red) bagian guna memperkuat pembuktian.

“Upaya tersebut sekaligus membuat terang tindak pidana (temukan tersangka, Red), ” katanya diplomatis, Selasa (7/11) malam.

Tidak diurai lebih lanjut dalam keterangan Ketut terkait pemeriksaan Zyrexindo yang didirikan sejak 1996 dan bergerak sebagai produsen komputer dan laptop merek dagang Zyrex dalam Skandal SCC.

Perusahaan asli PMDN ini juga memproduksi komputer desktop dan aksesori komputer dan kini operasikan 8jalur perakitan dengan kapasitas produksi 125 ribu unit/bulan.
Sejak disidik awal Oktober, belum ada seorang pun dicegah bepergian ke luar negeri.

PERURI DIGITAL SECURITY

Bila mengacu statement Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kuntadi pada Selasa (3/10) nama Zyrexindo tidak disinggung.

Dalam keterangannya kepada Pers, Kuntadi menyebutkan 3 perusahaan terkait aneka proyek fiktif pada SCC (anak usaha Telkom Indonesia) pada 2017 – 2018.

Bahkan, ketiga Dirut Rekanan SCC sudah diperiksa pada Rabu (18/10) yakni, Ade Rachmat Rafli pada PT. PDS diduga Peruri Digital Security.

Lalu, SMK selaku Dirut PT. KMU diduga Karisma Mandiri Utama dan BSLG selaku Direktur Utama PT. PNB diduga Prakarsa Nusa Bakti.

“Kami lihat Kejagung tengah memperkaya alat bukti dengan cara mencari pembanding produk yang sama, ” ujar Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal D. Hutapea, Rabu (8/11).

Kembali kepada pokok perkara, menurut Iqbal Kejagung merasa perlu mendalami lebih lanjut sehingga saat penetapan tersangka diyakini dapat dibuktikan di pengadilan.

“Dus, mari kita dukung dan dorong agar Kejagung dapat membongkar praktik koruptif bagian program Bersih-bersih BUMN tersebut, ” akhirinya.

PROYEK FIKTIF

Kuntadi mengungkapkan PT. PDS adalah salah satu perusahaan yang diduga diajak kerjasama untuk Proyek Fiktif, 2017 – 2018.

Proyek dimaksud, adalah Proyek Data Storage, Network Performance & Diagnostic, SEIM dan Manage Service.

PDS bergerak pencetakan meterai elektronik dan lainnya. Saat ini, PDS yang juga memiliki bank data dan sebenarnya juga bergerak di bidang telekomunikasi.

PDS telah menunjuk tujuh mitra strategis untuk pendistribusian, pemasaran dan penjualan produk digital dan meterai elektronik kepada pengguna akhir.

Diantaranya, PT. MCP Indo Utama, PT. Digital Logistik Internasional, PT. Solusi Nusantara Terpadu, PT. Digital Prima Sejahtera, PT. Citra Mukti Solusindo dan PT. Redphoenix Kreatif Genesis.

Lainnya, Proyek penyediaan server dan storage system dengan PT. PNB diduga Prakarsa Nusa Bakti.

Serta, Penyediaan Network dan Generator dengan PT. KMU diduga PT. Karisma Mandiri Utama. (ahi)