Pengurus Ayaka Suites Hotel Diperiksa Pusaran Sritex: Ada Apa Gerangan ?

Jajaran Bank DKI Terus Dicecar
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Di tengah upaya Kejaksaan Agung cari tersangka unsur Sindikasi Perbankan (BNI, BRI dan LPEI), Pengurus Hotel Ayaka Suites Hotel ikutan diperiksa Skandal Sritex. Ada apa gerangan ?

Kapuspenkum Anang Supriatna tidak banyak bicara soal pemeriksaan Pengurus Ayaka Suites Hotel. Dia mengatakan pemeriksaan guna perkuat pembuktian dan lengkapi pemberkasan.

“Semua dilakukan untuk membuat terang tindak pidana (cari keterlibatan pihak lain, Red), ” katanya, Senin (4/8) malam.

Dalam keterangannya, Anang tidak menyinggung alasan pemeriksaan kembali Pengurus Ayaka Suites Hotel dan keterkaitan dalam perkara korupsi yang merugikan negara Rp 1 triliun ini.

Pemeriksaan terhadap Ayaka Suites Hotel bukan kali pertama. Pekan lalu, Senin (28/7) telah diperiksa Dirut Ayaka Suites Hotel berinisial ABW.

Kali ini, Pengurus Ayaka Suites Hotel yang diperiksa adalah CY (Direktur), TFF (Manager), IEW (Komisaris) dan EHW Ayaka Suites Hotel).

Ayaka Suites Hotel adalah hotel bintang tiga yang berlokasi di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan.

BANK DKI

Secara terpisah, Jajaran Manajemen Bank DKI kembali diacak-acak mulai IS (Wakil Pimpinan Bidang Layanan Kantor Cabang Slamet Riyadi Surakarta) dan EW (Mantan Pimpinan Cabang Slamet Riyadi).

Kemudian, FSP (Pemimpin Grup Administrasi Kredit & Pembiayaan tahun 2020), IKI (Karyawan Bank DKI).

Seterusnya, ZRN (Pemimpin Grup Restrukturisasi Kredit dan Penyelesaian Kredit Bermasalah) dan NDS (Pj. Manajer Unit Sentral Adm. Kredit & Pembiayaan Kantor Cabang Grup Adm. Kredit dan Pembiayaan.

Sampai pemeriksaan selesai tidak ada perubahan status ketiga Pengurus Bank DKI juga tidak dicegah bepergian ke luar negeri.

Sampai kini, baru tiga unsur Bank DKI dijadikan tersangka, terdiri Eks Dirut Zainuddin Mappa, Direktur Kredit UMKM merangkap Direktur Keuangan tahun 2019-2022, Babay Farid Wazadi, dan Direktur Teknologi dan Operasional periode 2015-2021 Pramono Sigit.

SRITEX

Pada bagian lain, Pengurus Manajemen PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) terus diburu keterangan, tapi sampai kini tidak ada perubahan status.

Begitu juga terhadap Dirut Sritex Iwan Kurniawan Lukminto meski sudah dicegah bepergian ke luar negeri dan disita uang Rp 2 miliar dalam bungkus plastik di kediamannya di Solo

Pengurus Sritex yang diperiksa, adalah UK (Account Officer), VSD (Manajer Korporasi), RL (Karyawan)

Dalam perkara ini meski diduga nyata- nyata permohonan kredit kepada 3 Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Sindikasi Perbankan (BNI, BRI dan LPEI) sarat rekayasa, termasuk penggunaan kredit yang dialirkan ke sejumlah anak usaha Sritex.

Namun baru dua pengurus Sritex berstatus tersangka, terdiri Eks. Dirut Iwan Setiawan Lukminto dan Direktur Keuangan Allan Moran Severino.

“Ini kan penyidikan berkelanjutan. Kita yakin semua akan diungkap Kejagung dan ditetapkan tersangka, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea terpisah.(ahi)