Mar Up dan Sarat Dugaan Gratifikasi ?
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Ungkap keterlibatan rekanan penggadaan Laptop Chromebook, Direktur PT. Turbo Mitra Perkasa (TMP) DS diduga Denny Siandy dicecar.
Sejak disidik pada 20 Mei 2025, baru 4 orang tersangka ditetapkan dan itu pun terkait dengan kebijakan penggunaan laptop bersistem Chromebook bukan Windos.
Sementara, rekanan penggadaan hingga 1, 2 juta laptop sampai sekarang hanya berkutat pemeriksaan saksi meski patut diduga terjadi Mark Up (penggelembungan harga) dan praktik suap dan atau gratifikasi ?
“Pertanyaan semacam ini sah dan wajar saja. Sebab, dalam penggadaan barang dan jasa di kementerian dan lembaga praktik Mark up dan suap dan gratifikasi itu nyaris dianggap praktik kelaziman, ” kata Pegiat Anti Korupsi Erman Umar, Rabu (27/8).
Oleh karena itu, menurut Erman yang tercatat pernah menjabat Presiden DPP KAI periode 2019 – 2024 item penggadaan itu harus juga menjadi objek penyidikan dan segera dituntaskan.
“Justru, secara kasat mata kerugian negara Rp 1, 98 triliun diperkirakan terjadi pada penggadaan barang dan jasa tersebut, ” duga pria yang sudah berkiprah di dunia hukum sejak 1984.
Melihat rekam jejak Pidsus (Gedung Bundar) Kejaksaan Agung dalan menangani aneka Mega Skandal Korupsi, Erman yakin para rekanan ini tidak akan lolos jerat hukum.
“Yakin dan percaya, Kejagung akan jerat para rekanan atau vendor tersebut, ” pungkasnya.
Empat orang tersangka yang ditetapkan pada Selasa (15/7) lalu, adalah Jurist Tan selaku Eks. Stafsus Mendikbud Ristek kini berstatus buronan, Eks. Konsultan Teknologi Ibrahim Arief, Direktur PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah periode 2020- 2021 Mulyatsyah dan Direktur Sekolah Dasar Sri Wahyuningsih.
REKANAN ALiAS VENDOR
Dari pencarian, diketahui PT. TMP yang berlokasi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat didirikan pada 2016.
Perusahaan ini bergerak pada penggadaan teknologi informasi (IT) dan perlengkapan kantor yang didukung platform IT (turbo.co.di).
Dalam keterangan Kapuspenkum Anang Supriatna, Selasa (26/8) belum diketahui keterkaitan perusahaan IT dalam perkara korupsi di Kemendikbud saat dijabat Nadiem A. Makarim, pada 2019 – 2022.
Mantan Kajari Jakarta Selatan ini mengatakan DS diperiksa guna penguatan pembuktian dan lengkapi pemberkasan.
“Semua dalam rangka untuk buat terang tindak pidana (temukan tersangka baru, Red), ” jelasnya.
Pada penyidikan perkara yang terjadi pada periode kedua Pemerintahan Jokowi (2019- 2024) para vendor yang sudah diperiksa, ialah Pengurus PT. Zyrexindo Mandiri Buana dengan merek Laptope Zyrex, PT. Acer Manufacturing Indonesia dengan mereka Acer dan lainnya.
Pengurus Zyrex yang diperiksa, antara lain Direktur Operasional tahun 2012 inisial Ant diduga Antoni.
Sementara Acar, antara lain Manajer Pemasaran tahun 2020 RS yang diperiksa pada Kamis (12/6) dan SDS
(Head of Manufacturing), Selasa (17/6).
Para saksi lain yang diperiksa pada Selasa (26/8/2025), yakni YT (Kabag Tata Usaha pada Direktorat Sekolah Dasar), ZZI (Kasubdit
Fasilitas Sarana Prasarana dan Tata Kelola pada Direktorat Sekolah Dasar).
Terakhir, CLR (Plt. Kasubdit Fasilitas Sarana dan Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Pertama & Tim Teknis Analisis Kebutuhan Alat Pembiayaan TIK tahun 2020).(ahi)












