Kantor UBS dan IGS Sudah Digeledah
PORTALKRIMINALID-JAKARTA: Skandal emas berhenti pada pelabelan 109 ton. Impor Emas, perusahaan kontrak karya (KK) dan non -KK yang tidak melunasi kewajiban royalti tenggelam seiring waktu.
Apakah perkaranya dihentikan (SP 3) sampai kini tidak diketahui khabarnya. Begitu juga dengan puluhan Jajaran PT. Antam, 12 perusahaan impor dan ekspor emas.
“Seharusnya, ada kejelasan sikap guna memberikan kepastian hukum. Apakah telah dihentikan (SP 3) atau apa, ” pertanyakan Pegiat Anti Korupsi Erman Umar, Senin (17/11).
Erman beralasan puluhan Pengurus dan Direksi Antam dan Pengurus Importir Emas dan Perusahaan KK dan non-KK sudah diperiksa dan bahkan berulang diperiksa, sejak 2023.
“Kita berpikir positif saja, tapi juga jangan sampai seperti perkara Penggadaan Tower Tranmisi PLN 2016 yang disidik sejak 2022 menghilang, ” tambah Erman yang pernah menjabat Presiden DPP KAI periode 2019-2024.
Perkara PLN ini bahkan dirilis langsung oleh Jaksa Agung di Lobi Gedung Menara Kartika Adhyaksa pada 25 Juni 2022. Menyisakan Mantan Dirut PLN Sofyan Basir dan Ketua Aspatindo Saptiastuti Hapsari yang belum diperiksa.
Alasan lain, menurut Erman kantor PT. UBS (Untung Bersama Sejahtera) dan IGS (Indah Golden Signature) di Surabaya telah digeledah dan disita sejumlah alat bukti pada 10 Mei 2023 !
Bahkan, Dirut PT. UBS inidial ESY diduga Eddy Susanto Yahya yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia (APEPI) sudah 3 kali diperiksa, yakni Selasa (15/8), Rabu (26/7) dan Kamis (8/6).
Juga, Direktur PT. IGS inisial HW sudah dua kali diperiksa, yakni pada Rabu (23/8) dan pada Jumat (19/5).
“Harapan saya, seperti perkara Jiwasraya yang belakangan tetapkan Isa Rahmatarwata sebagai tersangka. Demikian hendaknya dengan perkara Emas, ” pungkasnya.
Mengacu keterangan Kapuspenkum (saat itu) Ketut Sumedana pada Jumat (25/3/2023) objek penyidikan lain adalah Pemurnian Emas (dimana) PT. Antam 2015 – 2021 telah menentukan tarif kepada Perusahaan Kontrak Karya (KK) dan Non Kontrak Karya (Non KK) yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan, yakni berdasarkan Penetapan Tarif dan Ongkos Cetak Antam sehingga dapat merugikan Antam dan lainnya.
EMAS BONGKAHAN
Keberadaan Importir Emas mencuat saat Arteria Dahlan (Anggota Komisi III DPR) mengemukakan dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung pada Senin (14/5/2021).
Disebutkan ada 10 Importir Emas yang mengimpor emas batangan dari Singapura, tapi dalam dokumen pemberitahuan izin impor disebut emas bongkahan. Mereka juga produsen perhiasan emas.
Selain itu, ada dua importir emas yang patut diduga memperoleh privelegges dengan mengantongi surat intelijen dari oknum pejabat Ditjen Bea dan Cukai. Modusnya sama dengan 10 importir di atas.
Para importir tersebut, terdiri PT. Antam, PT. Jardin Trako Utama, PT. Royal Rafles Capital, PT. Indo Karya Sukses, PT. Viola Davina, PT. Lotus Lingga Pratama, PT. Bumi Satu Inti dan PT. Karya Utama Putera Mandiri.
DERETAN PANJANG
Direksi Antam yang telah diperiksa, adalah Direktur Operasi Antam HRT diduga Hartono pada Rabu (5/6/2024).
Direktur Keuangan dan Manejemen Risiko (kini sudah mantan) Elisabeth RT. Siahaan. Bahkan, dia diperiksa sampai 4 kali, Selasa (20/6), Selasa (4/7), Kamis (24/8) dan Selasa (19/9).
Lainnya, Hari Widjajanto (Direktur Operasi Antam 2017) dan Aprilandi Hidayat Setia (Corporate Secretary Antam Tahun 2017) pada Selasa (8/8).
Unsur Kantor Bea Cukai (BC) Soekarno Hatta, yakni Kepala Kantor BC Bandara Soetta Finari diperiksa, Senin (5/6).
Bahkan, anak buahnya Kabid Penyidikan dan Penindakan MBI diduga M. Budi Iswantoro sampai 3 kali diperiksa, mulai Selasa (30/5), Rabu (31/5) dan Selasa (18/7/2024).(ahi)












