Hingga kini Belum Ada Pencegahan
PORTALKRIMINAL.ID – JAKARTA: Kembali, Kejaksaan Agung acak-acak Jajaran Kemenhub dalam rangka temukan tersangka Skandal Kereta Api Besitang- Langsa pada Balai Teknik Perkeretaapian Medan, 2017 – 2023.
Bahkan, satu diantaranya SW selaku Karo Perencanaan, Setjen, Kemenhub sudah untuk kedua kalinya diperiksa setelah yang pertama diperiksa pada Kamis (11/1).
Hanya saja, masuk bulan keempat sejak diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) belum ada Pejabat dan Swasta yang dicegah ke luar negeri.
Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana enggan menjelaskan diperiksanya kembali Jajaran Pejabat Kemenhub dan peran serta keterkaitan dengan perkara.
“Pemeriksaan dilakukan guna perkuat pembuktian dan lengkapi pemberkasan sekaligus membuat terang tindak pidana (temukan tersangka, Red, ” katanya, Senin (14/1) malam.
Sampai berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan SW harus diperiksa lagi dalam Skandal Kereta Api yang belakangan diketahui proyeknya dipecah – pecah agar bisa mengakomodasi “rekanan” yang diduga dekat dengan penguasa.
Akibatnya, berbagai ketentuan dilanggar, khususnya ketentuan tender proyek dan akhirnya kualitas proyek jauh dari sempurna. Kerugian negara ditaksir miliaran rupiah.
INDIKASI
Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea menduga berulang pemeriksaan terhadap SW tentu tim penyidik punya alasan.
“Apakah ini bisa disebut indikasi dan atau keterangannya sangat vital hanya penyidik yang tahu, ” ujarnya terpisah.
Kendati demikian, dia melihat penyidikan sudah mulai fokus kepada para pihak yang patut diduga terkait perkara.
“Kami meyakini para calon tersangka sudah dikantongi. Ini soal waktu saja untuk dirilis, ” pungkasnya.
Selain SW, Kejagung juga memeriksa SJ (Kabag Sumber Daya Manusia dan Umum Ditjen Perkeretaapian) dan AM (Inspektur II pada Itjen Kemenhub).
Sebelumnya pda Rabu (10/1) diperiksa 4 Pejabat Ditjen Perkeretaapian, terdiri SS (Kasubag Rencana pada Bagian Perencanaan, Setditjen Perkeretaapian 2015- 2017).
Lalu, HEP Kasubag Program pada Bagian Perencanaan, Setditjen Perkeretaapian 2016 – 2020.
Kemudian, AH (Kabag Perencanaan, Setditjen Perkeretaapian 2016) dan DR (Kabag Perencanaan, Setditjen Perkeretaapian 2016).
SWASTA
Sementara kalangan Swasta, antara lain
AG diduga Arista Gunawan selaku Direktur (Dirut, Red) PT. Dardela Yasa Guna pada Senin (8/1). Ini pemeriksaan kedua setelah yang pertama pada Selasa (12/12/2023).
Lalu, Kabag Keuangan PT. Dwifarita Fajarkharsima (DF) inisial S, Senin (18/12/2023).
Terakhir, Direktur PT. Citra Dieacona berinisial SS pada Rabu (13/12).
Lainnya, sejak Senin (11/12/2023) lalu, mulai HA (Direktur PT. Agung Kusuma) dan KGPD (Direktur PT. Nusantara Lima). dan US (Direktur PT. Daya Cipta Dianrancana). (ahi)












