Dilantik Sebagai Direktur Penyidikan: Syaiful Bahri Siregar Disambut Hangat Jajaran Pidsus

 

Gantikan Renaldi yang Belum Sempat Dilantik

PORTALKRIMINAL. ID -JAKARTA: Jaksa Agung ST Burhanuddin lantik 34 Pejabat Eselon II, di Lantai II Gedung Utama, Kejaksaan Agung tanpa Renaldi Umar, Selasa (11/8).

Nama Renaldi Umar sesuai SK Jaksa Agung Nomor 879 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan yang ditandatangani Jaksa Agung tertanggal 29 Juli 2026 dipromosi sebagai Direktur Penyidikan.

Namun, belakangan Renaldi yang masuk salah satu anggota Tim 9 yang menyidik perkara Mantan Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah pada Kamis (6/8) digeser menjadi Wakajati Sumsel dan jabatan tersebut diisi Syaiful Bahri Siregar (Kajati Bengkulu). Kasipenkum Kejati Bengkulu, Fri Wisdom Saragih Sumbayak membenarkan promosi Kajati Bengkulu, Kamis (6/8)

Pejabat lama Syarief Sulaeman Nahdi dimutasi sebagai Direktur III pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

“Menarik dicermati ada apa. Meski, kita sepakat bahwa itu hak dan kewenangan Jaksa Agung untuk melakukan mutasi dan promosi jajaran Kejaksaan, ” kata Pegiat Anti Korupsi Iqbal Daud Hutapea, Selasa (11/8) malam.

BUKAN ORANG BARU

Syaiful Bahri Siregar bukan orang baru di Gedung Bundar (Pidsus) Kejagung. Nyaris, karirnya sebagai Jaksa banyak dihabiskan di Gedung Bundar, sejak era Jampidsus M. Adi Toegarisman.

“Saya tidak pernah bermimpi jadi Kajati Bengkulu. Prinsip saya melakukan yang terbaik, ” ucapnya sesaat baru dipromosi sebagai Kejati Bengkulu dari Wakajati Jatim sesaat ditemui usai Sholat Maghrib di Masjid, di Gedung Bundar beberapa waktu lalu.

Penunjukan Syaiful pada kursi Direktur Penyidikan pada Jampidsus disambut hangat Jajaran Pidsus, karena dia sudah mengenal ritme kerja dan secara kebatinan mengenal Jajaran di Pidsus. “Welcome, ‘ ungkap para Jaksa Gedung Bundar.

Sementara terkait digesernya Rinaldi Umar yang belum sehari pun duduk di kursi Direktur Penyidikan dari sebelumnya Wakajati Banten bisa jadi diduga terkait tekanan psikologis dari Jajaran Pidsus, yang masih sakit hati Pimpinan mereka (Febrie Adriansyah) diperlakukan tidak patut

“Jujur Bang, kita sakit hati, ” komentari para Jaksa saat menyaksikan penahanan Febrie pada Jumat (24/7) malam.

Bersama Syaiful, turut dilantik Erich Folanda dari sebelumnya Wakajati Jateng menjadi Direktur Pengendalian Operasi pada Jampidsus. Sebelum ini, dia sempat menjadi Koordinator Pidsus.

Jabatan Kajati Bengkulu yang ditinggalkan Syaiful yang baru diduduki beberapa bulan lalu, kini ditempati Anton Delianto.

KAJATI DKI JAKARTA

Bersama Syaiful, Syarief dan Anton ikut dilantik 31 Pejabat Eselon II lainnya, antara lainya Dr. Sutikno sebagai Kajati DKI Jakarta. Jabatan yang ditinggal Kajari Jabar ditempati RD. Teguh Darmawan dari sebelumnya Karo Umum pada Jambin.

Ada yang menarik diantara dua orang tersebut saat pada akhir Juli 2024 Sutikno didapuk sebagai Wakajati DKI Jakarta menggantikan pejabat sebelumnya Teguh Darmawan yang dipromosi sebagai Kajati Babel. Kini, keadaannya berbalik.

Sutikno sempat bersinar saat menjabat Direktur Penuntutan pada Jampidsus ketika sukses menuntut tiga tersangka korporasi kasus CPO Wilmar, Musim Mas dan Perkara Hijau hingga dikabulkan Mahkamah Agung. Uang Rp 17, 7 triliun diserahkan langsung kepada Presiden di Kejagung

Pejabat lain yang dilantik, adalah Ass. Prof Supardi sebagai Sekretaris BPA, Dr. Siswanto sebagai Sekretaris Jampidmil, Dr. Sila Haholongan (Sekretaris Jamdatun),

Berikutnya, Muhammad Syarifuddin sebagai Kajati Sulsel, Nurcahyo Jungkung Madyo (Kajati Sumsel), Hendrizal Husin (Kajati Kalteng), Dr. Chatarina Muliana anggota Tim 9 sebagai Kajati Kaltim.

Lainnya, herry Hermanus Horo (Kajati Banten), Roberthus Melchisedek Tacoy (Kajati Maluku Utara), Dr. Transiswara Adhi (Kajari Kepulauan Riau) dan Sri Kuncoro (Kajati DI. Yogyakarta).

Terakhir, I Putu Gede Astawa (Kajati Papua Barat), Sulaeman Sumarinton (Kajati Kalsel), Dr. Taufan Zakaria (Kajati Lampung) dan Teuku Rahmatsyah (Kajati Aceh)..(ahi)