Dr Abd. Qohar dan Dr Harli Siregar Dipromosi, Pemerhati Hukum: Bukti, Jaksa Berprestasi Bakal Dipromosi Bukan Narasi Lipstick!

Oplus_16777216

Kembali ke Kampung Halaman
PORTALKRIMINAL.ID- JAKARTA: Sukses tangani Mega Skandal Korupsi Dr. Abd Qohar, Direktur Penyidikan dipromosi menjadi Kajati Sultra. Kursi yang ditinggalkan ditempat Nurcahyo Jungkung Madyo yang kini Asisten Khusus Jaksa Agung.

“Promosi yang tepat. Langkah ini sekaligus mengamankan keberlanjutan penanganan perkara korupsi di Gedung Bundar (Pidsus) Kejaksaan Agung, ” kata Pemerhati Hukum Erman Umar, Sabtu (6/7)

Kata keberlanjutan dimaksud, adalah karena Nurcahyo yang rajin beribadah ini sempat menjabat Kasubdit Penyidikan pada Jampidsus sekitar lima tahun lalu dan terbiasa dan. Udaya kerja keras di Gedung Bundar.

Selain itu, diperkaya dengan kepemimpinan sebagai Kajari Jakarta Selatan dan Aspidsus Kejati DKJ yang selama menjabat sukses bongkar perkara tanah di Cipayung dan tuntaskan perkara minyak goreng.

“Dengan pengalamannya itu. Saya yakin Pak Nurcahyo akan mampu mengemban tugas berat sebagai Direktur Penyidikan dan menyatu dengan Pak Jampidsus, yang sempat menjadi atasannya ketika Jampidsus menjabat Direktur Penyidikan beberapa tahun lalu, ” tutur Erman yang juga Ketua Dewan Penasehat DPP KAI.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini memuji langkah langkah Jaksa Agung, terutama Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah yang konsisten dalam memperjuangkan jaksa berprestasi.

“Ini membuktikan narasi jaksa berprestasi akan dipromosi bukan kaleng-kaleng (sekedar Lipstick, Red), ” pungkas Erman.

Mega Skandal Korupsi yang kini ditangani, adalah tata kelola minyak mentah dan Blending RON 90 dengan RON 92, Sritex, Suap dan atau Gratifikasi serta Perintangan Penyidikan pada PN. Jakarta Pusat dan Laptop Chromebook.

Bersama Qohar, turut dipromosi Dr. Harli Siregar. Co-Partner Direktur Penyidikan terkait Publikasi perkara tindak pidana korupsi dan terakhir juga diperbantukan dalam mempublikasi kinerja Satgas PKH dipromosi sebagai Kajati Sumut.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Sumut ini dikenal pekerja keras. Siang dan malam bahkan hari libur sibuk mempublikasi hasil kinerja Gedung Bundar (Pidsus) juga menjawab aneka pertanyaan wartawan.

Kedudukan Harli digantikan Anang Supriatna yang kini Wakil Kajati Sultra. Anang pernah ditugaskan di KPK dan sempat menjabat Aspidum Kejati DKI (kini, DKJ).

Disamping itu, dari 81 Jaksa yang dipromosi dan dimutasi terdapat pula Mantan Direktur Penyidikan Dr. Supardi yang dikenal tegas dan teruji integritasnya dipromosi sebagai Kajati Kaltim.

Di masa menjabat Direktur Penyidikan, dia sukses bongkar perkara LPEI yang merugikan negara Rp 2, 6 triliun dan pidanakan seorang Advokat karena diduga melakukan perintangan penyidikan.

“Saya hanya bekerja dan melaksanakan tugas, ” ucapnya sederhana saat ditemui usai bermain tenis di Kompleks Kejagung, Jumat (5/7) malam.

Promosi kali ini sebagai jawaban atas sindirian miring berbagai pihak atas banyaknya jabatan lowong yang belum diisi !

KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN

Dari daftar 81 Jaksa yang dipromosi dan dimutasi sesuai Keputusan Jaksa Agung Nomor 352 Tahun 2025 tanggal 4 Juli 2025 didominasi para jaksa yang pernah bertugas di Gedung Bundar.

“Kembali ke Kampung Halaman lagi (dalam pengerjaan kembali ke Gedung Bundar, Red), ” ujar wartawan Peliput Gedung Bundar mengistilahkan kembalinya para jaksa berprestasi secara terpisah.

Sebut saja Andi Dharmawangsa yang kini Kajati Sulbar dipromosi sebagai Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi. Pria asal Sukses ini pernah menjabat TU Direktur Penyidikan dan Kabag TU Jampidsus.

Muhammad Syarifuddin, Kajari Papua Barat permosi sebagai Direktur Operasional (jabatan baru) di Satker Jampidsus. Dia termasuk anggota Geng of Four saat bertugas sebagai Koordinator dan dipromosi bersama.

Anggota lain, Abd Qohar, Victor Antonius (Kajati Bengkulu) dan Emilwan Ridwan (Kapus Penyelesaian Aset di BPA).

Khusus Emilwan, dari aneka sumber karena Jaksa Agung masih membutuhkan tenaga dan pikirannya dh BPA (Badan Pemulihan Aset), Udar

Sejak Emilwan bergabung setahun terakhir di BPA, sejumlah barang rampasan milik Faipan Benny Tjokrosaputro dan adiknya Teddy Tjokrosaputro sukses dilelang. Serta Udar Pristono yang bertahun-tahun sulit dilelang di era Emilwan berhasil dilelang. Terakhir, Barang Rampasan Crazy Rich Bandung Doni Salmanan.

Saiful Bahri Siregar dari Aspidsus Kejati Jaktim sebagai Koordinator Pidsus.

Sebaliknya pula, Koordinator Pidsus I Made Sudarmawan dipromisi sebagai Wakajati Kaltara menggantikan N. Rahmat juga pernah berdinas di Pidsus sebagai Kajati Sulbar, Jehezkiel Devi Sudarso dari Direktur Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi menjadi Kajari Kep. Riau.

Berikutnya, Ardito Muwardi dari Koordinator Pidsus menjadi Wakajati Babel dan Erich Folanda dari Koordinator Pidsus menjadi Wakajati Kalbar.(ahi)