Direktur Evercross Teknologi Indonesia
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Direktur Operasional PT. Zyrexindo Mandiri Buana Tbk inisial Ant diduga Antoni kembali diperiksa Skandal Penggadaan Laptop Chromebook.
Namun demikian, sampai pemeriksaan selesai digelar pada Selasa (5/8) status Antoni yang terakhir diperiksa pada Kamis (19/6) masih berstatus saksi dan tidak dicegah ke luar negeri.
“Ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab sehingga tergambar perkara ini dengan terang yang merugikan negara Rp 1, 9 triliun ini, ” kritisi Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Kamis (7/8).
Sejak diterbitkan Sprindik oleh Direktur Penyidikan bernomor: 38/F.2/Fd.2/05/ 2025 tanggal 20 Mei 2025 baru menjangkau 4 tersangka dan itu baru sebatas pembuat kebijakan dan bahkan belum menyentuh Nadiem A. Makarim meski berulang diperiksa.
Mereka, adalah Staf Khusus Mendikbud Ristek Jurist Tan (buron), Ibrahim Arief (Eks Konsultan Teknologi), Mulyatsah (Direktur SMP) dan Sri Wahyuningsih (Direktur SD).
Iqbal yang juga Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) beralasan penggadaan jutaan laptop juga menyangkut kebijakan dan ini menjadi satu kesatuan yang utuh.
“Harusnya, mereka juga dijerat sebab patut diduga speknya tidak sesuai dengan kebijakan yang diambil. Paling tidak dicegah sebagai bentuk pertanggung jawaban hukum, ” pungkas Iqbal.
Patut diduga produk Zyrexindo berupa laptop bermerek Zyrex adalah salah satu diantara sejumlah merek laptop yang digunakan jutaan anak didik SD -SMA dalam program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019 – 2022 yang menghabiskan uang rakyat sampai Rp 9, 9 triliun !
Bersama Antoni ikut diperiksa Dirut PT. Zyrexindo Mandiri Buana (ZMB) TS diduga Timothy Siddik.
Jauh sebelumnya, Jajaran ZMB yang telah diperiksa, terdiri DH (Manajer Pemasaran tahun 2020) pada Kamis (3/7) dan RS (Manajer Produksi) pada Selasa (1/7).
Zyrex nama produk Laptop dari PT.ZMB, didirikan pada 1996 di Jakarta oleh Timothy Siddik.
Mantan Direktur Utama PT. Binexcon Interdata saat itu beralasan Indonesia jauh ketinggalan teknologi komputer.
Dalam lamannya, disebutkan Zyrex sempat meredup dalam bisnis laptop dalam beberapa tahun terakhir karena persaingan tidak sehat.
Sampai kemudian pada akhir 2016, Timothy kembali geluti bisnis laptop lantaran prospeknya mulai membaik.
EVERCROSS
Secara terpisah, pada Selasa (5/8) ikut diperiksa SWP (Direktur PT. Evercross Technology Indonesia) dengan produk laptop merek Evercross.
Ini menambah jajaran Evercross yang telah diperiksa guna tetapkan tersangka, antara lain IWT (Product Manager PT. Evercross Teknologi Indonesia tahun 2021) pada Selasa (1/7).
Kapuspenkum Anang Supriatna hanya mengatakan pemeriksaan dilakukan guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.
“Sekaligus, untuk membuat terang tindak pidana (cari tersangka baru, Red), ” jelas Anang.
Evercoss adalah merek teknologi asal Indonesia yang memproduksi berbagai macam produk, termasuk ponsel pintar (smartphone), tablet, dan aksesoris terkait.
Produknya, antara lain Smartphone berjenjang Xtream Series, Winner Series dan Elevate Series. Juga produksi tablet, seperti Evercross X8 juga Asesories, seperti seperti earphone Bluetooth, speaker aktif, dan lain-lain.
Saksi lain, yang diperiksa RRM (Direktur PT. Libera Technologies Indonesia), TR (Direktur PT. Supertone), MDM (Country Marketing Manager Google Indonesia) dan RS (Direktur PT. Synnex Metrodata Indonesia tahun 2020).
FIONA HANDAYANI
Terakhir, adalah Fiona Handayani selalu Staf Khusus Nadiem A. Makarim tahu. 2020.
Fiona sampai sekarang masih berstatus saksi dan telah dicegah bepergian keluar negeri bersama Staf Khusus lainnya Jurist Tan.
Berbeda dengan Jurist Tan yang telah resmi dinyatakan tersangka dan buron, maka Fiona masih berstatus saksi.
Seperti halnya, Jurist dan Ibrahim Arief (Konsultan) kediaman mereka sudah digeledah dan disita sejumlah ala bukti.
Tebang pilih ?
“Tidak juga Bang. Kan ini proses berkelanjutan. Ukurannya alat bukti. Ditemukan alat bukti pasti ditetapkan tersangka, ” tegas sebuah sumber terpisah.(ahi)












