Kembali, Pengurus PT. Jhonlin Agro Raya Dicecar Cari Tersangka Skandal Sawit

Pertamina Patra Niaga
PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Kembali, Pengurus PT. Jhonlin Agro Raya (JARR) milik H. Isam yang dikenal sebagai pengusaha tambang terkemuka kembali diperiksa terkait Skandal Dana Sawit.

Kali ini, HM sebagai Manajer Produksi yang diperiksa di Gedung Bundar alias Pidsus, Kejaksaan Agung.

Ini pemeriksaan kedua terhadap Pengurus JARR, setelah yang pertama terhadap HM diduga Hartono Mitra sebagai Manajer Marketing. Entah, HM dimaksud orang yang sama ?

Hingga pemeriksaan usai, belum diketahui alasan diperiksanya kembali HM dalam upaya Kejagung mencari tersangka Skandal Dana Sawit.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana tidak berkomentar banyak soal diperiksanya lagi HM dalam perkara pengelolaan dana sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tahun 2015- 2022.

“Pemeriksaan yang dilakukan guna memperkuat pembuktian sekaligus membuat terang tindak pidana (untuk menemukan tersangka, Red), ” katanya, Selasa (7/11) malam.

Perusahaan perkebunan asal Kalsel ini dikelola langsung oleh putra H. Isam, bernama Jhony Saputra.

Dia didapuk sebagai Komisaris Utama pada tahun 2022 dalam usia relatif muda, yaitu 21 tahun, Alumnus SMA Al Azhar Jakarta Selatan, 2018.

Presiden sempat meresmikan pabrik biodiesel milik Jhonlin Agro Raya, di Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (21/10/2021).

Sementara pada Rabu (8/11) Kejagung memeriksa S diduga Soerjaningsih (Mantan Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas, Kementerian ESDM).

PERTAMINA

Secara terpisah, pada hari yang sama diperiksa OG (Senior Analyst 1 Cash Management dan Treasury Settlement PT. Pertamina Patra Niaga).

Bagi OG, ini pemeriksaan kedua usai diperiksa pertama kali pada Rabu (27/9).

Pemeriksaan menjadikan deretan panjang Pejabat Pertamina dan Pertamina Patra Niaga (anak usaha PT. Pertamina) diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Antara lain, AC (Operation Supplay Chain PT. Pertamina tahun 2014), diperiksa Selasa (7/11), IIM (Operation Supply Chain tahun 2014), Jumat (3/11).

Lalu, 3 Pejabat PT. Pertamina Patra Niaga, mulai RM (Manager Biofuel dan Additive Suplay Chain), Kamis (19/10), BSA (Manajer Biofuel dan Additiv Supplay Chain sekaligus Karyawan Pertamina), Rabu (27/9).

“Pastinya ada alasan, mereka diperiksa. Apakah ini indikasi keterlibatan tentu, tim penyidik yang tahu, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea secara terpisah.

Iqbal menjelaskan langkah Kejagung ini harus didukung agar upaya membongkar perkara ini dapat secepatnya diikuti penetapan tersangka.

“Lebih cepat, lebih baik, ” akhirinya.

Terakhir, pada Rabu (8/11) Kejagung memeriksa PB (Kadiv Pemasaran Komoditi Kelapa Sawit dan Karet PTPN III). (ahi)