PORTALKRIMINAL.ID-JAKARTA: Setelah BRI, LPEI, kini Kejaksaan Agung garap lagi BNI (anggota Sindikasi Perbankan) guna pastikan tersangka Sritex Klaster II ?
Sejak disidik 23 Maret telah ditetapkan 12 tersangka, termasuk 9 Bankir 3 Bank Pembangunan Daerah DKI, Jateng dan BJB (Klaster I).
Sementara Klaster II mengacu kepada Sindikasi Perbankan yang mengucurkan kredit Rp 2, 5 triliun ke Sritex dan anak usaha Sritex.
Dua pekan terakhir, Jajaran BRI dan LPEI silih berganti berdatangan ke Gedung Bundar, Kejagung untuk diperiksa.
Kapuspenkum Anang Supriatna enggan bicara panjang lebar dan hanya katakan pemeriksaan unsur BNI guna perkuat pembuktian dan lengkapi pemberkasan.
“Semua dalam rangkaian untuk membuat terang tindak pidana (cari tersangka baru, Red), ” katanya diplomatis, Senin (8/9).
Pengurus Bank BNI yang diperiksa, adalah SH selaku RM pada Bank BNI, Tbk.
Belum diketahui keterkaitan SH dalam Skandal Sritex yang merugikan negara Rp 1 triliun lebih.
Dalam keterangannya, Anang juga tidak menjelaskan lebih lanjut soal peran BNI dan dua anggota Sindikasi Perbankan lainnya.
MATANGKAN ALAT BUKTI
Dari berbagai informasi yang dihimpun, dikatakan SH dalam rangka matangkan alat bukti, sebelum melangkah kepada penetapan tersangka Klaster II.
Sebuah sumber yang ditemui terpisah menyatakan dari pemeriksaan terhadap Pengurus BNI dan BRI serta LPEI alias Indonesia Eximbank telah dikantongi alat bukti.
“Siapa bakal dibidik. Kita tunggu pemeriksaan para Direksi dari ketiga unsur Sindikasi Perbankan, ” ujarnya.
Ketika ditanya lebih lanjut lambannya agenda pemeriksaan para Direksi (saat pengucuran kredit bermasalah Rp 2, 5 triliun, Red) ?
“Ikuti saja pemeriksaan Bang. Itu bukan ranah saya, ” elaknya seraya mengakhiri perbincangan.
Pemeriksaan SH menambah deretan panjang Pengurus Bank BNI yang diperiksa.
Terakhir, dua pekan lalu adalah SMS (Pengusul Kredit Sindikasi BNI).
Kemudian, DS selalu Pemimpin Divisi LC 2 BNI (Pemutus Permohonan Kredit Sindikasi PT. Rayon Utama Makmur tahun 2012) dan DP (Relationship Manager BNI periode 2016 – 2017).
Pada bagian lain, Jajaran Bank BJB kembali diperiksa, yakni HP sslaku Staf Pelaporan Divisi Operasional Bank BJB tahun 2024 sampai sekarang (Staf Operasional Kredit Korporasi tahun 2019 2021).
FP (Manager Sekretariat Direksi Bank BJB tahun 2020), GSI (Pemimpin Grup Komersial Bank BJB) dan HA (Auditor pada Bank BJB). (ahi).












