Polda Metro Jaya Pastikan Jakarta Aman, 30 Konten Provokatif dan Hoaks Terkait Isu Agustus Ditindak

 

JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DKI Jakarta tetap aman dan kondusif di tengah munculnya isu aksi demonstrasi pada Agustus 2026. Polisi juga menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengatakan tim gabungan Ditreskrimum dan Ditressiber Polda Metro Jaya telah menindak 30 konten provokatif dan hoaks selama periode Juni hingga Agustus 2026.
“Dari 30 konten tersebut, beberapa di antaranya dikaitkan dengan isu-isu pada bulan Agustus. Kami yakinkan dan pastikan, insyaallah Jakarta dan Indonesia akan tetap aman apabila kita bersama-sama menjaga keamanan,” kata Iman dalam konferensi pers, Jumat (7/8/2026).

Iman mengungkapkan, sebanyak 28 orang telah diamankan. Dari jumlah tersebut, 10 orang diproses secara hukum, sedangkan 18 orang lainnya diberikan edukasi.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Polda Metro Jaya tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

“Penegakan hukum yang dilakukan Polri bertujuan mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui perlindungan, pengayoman, pelayanan, menghadirkan rasa keadilan, serta membangun pemahaman dan kepatuhan terhadap hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri telah membentuk tim preventive strike dan preemptive education sebagai upaya menjaga situasi keamanan di Jakarta tetap kondusif.

“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri untuk menghadirkan hukum yang berkeadilan,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan hingga saat ini aktivitas masyarakat di Jakarta masih berlangsung normal.

“Aktivitas ibadah, pendidikan, pertokoan, pusat perbelanjaan, hingga transportasi umum berjalan seperti biasa. Jalanan juga tetap dipadati kendaraan. Ini menjadi indikator nyata bahwa situasi kamtibmas di wilayah DKI Jakarta masih aman dan kondusif,” kata Budi.

Budi menegaskan Polri tetap menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, baik di ruang publik maupun di media sosial. Namun, ia mengingatkan agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan untuk menyebarkan provokasi atau mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Memberikan kritik merupakan hak setiap warga negara. Namun, apabila ada upaya provokasi yang menggerakkan orang lain hingga mengganggu kamtibmas, maka akan dilakukan langkah penindakan melalui tim preemptive education dan preventive strike,” tegasnya. (Ralian)