Tidak Berakhir Seperti Skandal Timah
PORTALKRIMINAL.ID JAKARTA: Periksa Direktur Keuangan PT. Pertamina ESM diduga Emma Sri Martini, Aktor Intelektual Skandal Minyak Mentah alias BBM segera terungkap ?
Keyakinan ini menyusul dikantonginya keterangan dari dua Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Nicke Widyawati serta Mantan Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Bahkan, terhadap Nicke yang menjabat sejak 2018 – 2024 suatu periode terjadinya praktik koruptif tersebut pada 2018- 2023, telah dua kali diperiksa.
Kapuspenkum Dr. Harli Siregar enggan mengomentari soal pencarian aktor intelektual. Dia hanya mengatakan ESN diperiksa guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.
“Pemeriksaan itu rangkaian upaya dari tim penyidik guna membuat terang tindak pidana (guna mencari aktor intelektual, Red), ” katanya, Rabu (4/6) malam.
Dalam keterangannya, tidak dijelaskan alasan pemeriksaan terhadap ESM yang menjabat Direktur Keuangan sejak 25 November 2019 sampai sekarang.
Dalam menguak aktor intelektual itu, Kejagung juga pernah memeriksa Alfian Nasution selaku Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina sampai dua kali.
Alfian sendiri pernah menjabat Dirut PT. Pertamina Patra Niaga sejak 2018 – 2023 periode terjadinya dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT. Pertamina, Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).
Kemudian, jabatan Dirut Pertamina Patra Niaga tersebut beralih kepada Riva Siahaan sejak 2023 yang lalu berujung ditetapkan tersangka dalam perkara yang merugikan negara Rp 193, 7 triliun untuk tahun 2023.
SENASIB SKANDAL TIMAH ?
Siapa aktor intelektual dibalik perkara yang bila dihitung sejak peristiwa terjadi 2018 kerugian negara sampai Rp 1000 triliun terus bergelayut dibenak wartawan.
Pertanyaan ini lantaran dari 9 orang tersangka yang ditetapkan pada Senin (25/2/2025) baru status sebagai pelaksana kebijakan bukan pembuat kebijakan !
Mega Skandal Korupsi ini tidak berakhir seperti Skandal Tambang Timah Ilegal tanpa aktor intelektual ?
“Rasanya sulit dipercaya ke-9 tersangka Kerry Andrianto Riza Dkk bertindak sendiri. Mereka hanya pelaksana kebijakan, ” kata Pegiat Anti Korupsi Erman Umar secara terpisah.
Permufakatan jahat dalam pengaturan ekspor dan impor minyak mentah serta produk kilang, dan Blending RON 90 dengan RON 92 tidak akan terjadi, jika tidak ada yang membuat perintah biasa disebut aktor intelektual.
“Ini tugas besar, tapi mulia karena menjadi pintu masuk agar praktik koruptif yang terjadi sejak era Petral tidak terulang lagi, ” sebut Erman yang juga Ketua Dewan Penasehat DPP KAI periode 2024 -2029.
Lepas dari kesulitan, tantangan dan bisa jadi tekanan, dia masih memiliki keyakinan Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah dan Jajarannya mampu mengungkapnya.
Alasan Erman, dalam kapasitas Ketua Pelaksana Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Febrie bisa mengembalikan 1 juta hektar kawasan hutan ke negara dalam waktu 2 bulan bekerja, meski harus berhadapan dengan Para Taipan yang menguasai lahan tanpa hak tersebut.
“Tentu, hal yang sama bisa dilakukan dalam perkara ini. Saya punya keyakinan itu, ” akhiri Erman dalam perbincangan dengan Portalkriminal. id di kawasan Senayan, Jakarta Pusat
TANTANGAN LAIN
Selain aktor intelektual, tantangan lain yang belum terjawab tuntas soal belum disita sejumlah aset bernilai guna pengembalian kerugian negara kendati kedua hal tersebut mendekati untuk direalisasikan ?
Aset PT. Orbit Terminal Merak (OTM) berupa pelabuhan tanker, fasilitas produk kilang, misalnya. Dua kali digeledah Kejagung, namun hanya berujung penyitaan 95 bundel dokumen tanpa pemasangan tanda segel terhadap OTM.
Padahal, sejauh ini Jajaran OTM, yang diduga menjadi tempat Blending RON 90 dengan RON 92 guna menghasilkan produk RON 92, berulang diperiksa.
Seperti Manager Tax Acoounting yang diperiksa sampai tiga kali. Terakhir, Selasa (29/4). Sebelumnya dilakukan pada Selasa (18/3) dan Selasa (25/3).
Lainnya, RF (Manager Operasional M&E), Kamis (10/4) dan Selasa (25/3), TR (Terminal Manager) pada Selasa (25/3) serta RH selaku GA dan IC Lab, Rabu (9/4).
Terakhir, Jajaran OTM yang diperiksa adalah GRJ selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT. Orbit Terminal Merak yang telah berstatus tersangka.
“Beri kesempatan kepada kita bekerja. Percayalah, pada waktunya kita akan tentukan sikap, ” tutur sebuah sumber terpisah.
Selain ESM, ikut diperiksa LH selaku Programmer pada Fungsi Operasi Gas PT. Pertamina International Shipping.
Lalu, AW (Managing Director PT. Pertamina International Marketing Distribution Pte periode 2020- 2021), ADP (Key Account PT Berau Coal sebelum tahun 2022).
Seterusnya, RP (Tim Crude Procurement PT. Kilang Pertamina Internasional), RR (Manager Refinery Planning and Optimization tahun 2018 -2020).
Terakhir, FHW (SVP Controller and Reporting tahun 2021) dan SAP (Assistant Manager Crude Trading ISC).(ahi)












