Eksekutif ZMB dan Distributor Dicecar Penggadaan Laptop Chromebook Sarat KKN

ECS Indo Jaya dan Synnex M Indonesia
PORTALKRIMINAL.ID -JAKARTA: Lagi, Eksekutif PT. Zyrexindo Mandiri Buana (ZMB) yang memproduksi Laptop Zyrex diperiksa cari tersangka Skandal Laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun.

Ini menambah deretan panjang Jajaran Manajemen ZMB yang diperiksa Kejaksaan Agung dalam sengkarut penggadaan laptop sekaligus isyaratkan dugaan keterlibatan ZMB menguat ?

“Bisa saja muncul asumsi demikian dengan alasan pemeriksaan berulang, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Senin (7/7).

Namun demikian, menurut Iqbal pada akhirnya mengacu kepada alat bukti. “Jika ada alat bukti pasti akan berubah status. Sebaliknya, dianggap saksi yang banyak tahu perkara. “

Eksekutif ZMB yang diperiksa adalah DH selaku Manajer Pemasaran tahun 2020 pada Kamis (3/7) usai sebelumnya RS (Manajer Produksi) pada Selasa (1/7) dan Direktur Operasional Ant diduga Antoni pada Kamis (19/6).

Sebelumnya, Kapuspenkum Dr. Harli Siregar mengatakan DH diperiksa guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.

“Semua dilakukan untuk membuat terang tindak pidana (cari tersangka, Red), ” katanya.

Zyrex nama produk Laptop dari PT.ZMB, didirikan pada 1996 di Jakarta oleh Timothy Siddik.

Mantan Direktur Utama PT. Binexcon Interdata saat itu beralasan Indonesia jauh ketinggalan teknologi komputer.

Cari keterlibatan para pihak dalam penggadaan laptop juga telah diperiksa RS (Manager Pemasaran PT. Acer Indonesia tahun 2020 yang memproduksi Laptop Acer.
Bahkan, distributor alat telekomunikasi juga ikut diperiksa, yakni IWT selaku Product Manager PT. Evercross Teknologi Indonesia tahun 2021.

Seperti halnya Zyrex dan Acer, keberadaan Evercross sebagai Distributor Alat Alat Telekomunikasi dalan perkara ini belum diketahui.

Terakhir, STD selaku General Manager PT Tixpro Informatika Megah tahun 2020.

Sejak diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) pada 20 Mei barubberujung pencegahan ke luar negeri terhadap Eks. Mendikbud Ristek Nadiem A. Makarim dan tiga Staf Khusus-nya, yakni Ibrahim Arief, Fiina Handayani dan Jurist Tan. Nama terakhir diduga malah sudah “kabur” ke luar negeri ?

MODUS PENGGADAAN LAPTOP

Ungkap modus penggadaan laptop dalam program Digitalisasi Pendidikan Indonesia tahun 2019 – 2022, Kejaksaan Agung juga periksa HT diduga Husin Tjandera (Direktur Marketing PT ECS Indo Jaya.

Perusahaan ini bergerak pada distributor produk dan layanan teknologi informasi (TI). Didirikan tahun 2004.

ECS Indo Jaya dimiliki oleh VST Holding Ltd, sebuah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Hongkong (0856.HK). Bisnis yang ditekuni, yakni Enterprise System, IT Services dan Distribution.

Secara terpisah, juga diperiksa RS selaku Direktur PT. Synnex Metrodata Indonesia (SMI) tahun 2020.
SMI anak usaha PT. Metrodata Electronics adalah distributor produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Synnex Metrodata Indonesia sebagai distributor produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Mereka didukung oleh luasnya jaringan global Synnex Corp., sebuah perusahaan distribusi TIK terbesar di Asia, yang bersinergi erat dengan PT Metrodata Electronics Tbk., grup industri TIK terbesar di Indonesia.

Dari berbagai informasi terhimpun, pemeriksaan ini bagian untuk mencari tahu modus penggadaan laptop yang diduga penuh sarat KKN yang lazim ditemukan dalam penggadaan barang dan jasa.

“Seperti merek laptop tertentu, tentu ada marketing dan pemasok (distributor). Kita pingin tahu berapa harga dari perusahaan pembuat laptop dan berapa yang ditawarkan distributor.

Serta, berapa yang ditetapkan Pejabat Pembuat Komitmen, ” tutur sebuah sumber.

“Pada titik inilah (pemeriksaan distributor) akan diketahui tingkat kemahalan atas istilah umum disebut penggelembungan harga (Mark up). “

Oleh karena itu menjawab pertanyaan, kenapa para distributor silih berganti diperiksa di Gedung Bundar (Pidsus) Kejagung. “Ikuti saja Bang, ” sarannya.

DATINDO

Pada kesempatan terpisah, turut diperiksa EAS diduga A. Agung Setiawati selaku Direktur Utama PT Datindo Entrycom.

Datindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang Lembaga Penunjang Pasar Modal dan berperan sebagai Biro Administrasi Efek (BAE) Datindo.

Mereka mengelola administrasi saham perusahaan publik, terutama yang memiliki kapitalisasi pasar besar.

“Seperti saksi lainnya, EAS diperiksa guna membuat terang tindak pidana, ” jelas Harli yang sebentar lagi lagi akan dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut menggantikan Idianto.(ahi)